Connect With Us

Rawan Pohon Tumbang, Pemkot Tangerang Bentuk Timsus

Achmad Irfan Fauzi | Jumat, 15 November 2019 | 18:24

Terlihat pohon tumbang menimpa sebuah mobil akibat di terjang angin saat hujan deras di wilayah Kota Tangerang. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

TANGERANGNEWS.com—Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata membentuk tim khusus (timsus) untuk mengantisipasi dan menangani pohon-pohon yang tumbang.

Seperti diketahui, belakangan Kota Tangerang diguyur hujan deras disertai angin cukup kencan yang berimbas pada tumbangnya sejumlah pohon.

Pohon yang tumbang diketahui terjadi di kawasan Kantor BPJS Cikokol, SMPN 1 Tangerang, SMPN 16 Tangerang, Gerendeng Pulo, hingga Taman Kelinci.

BACA JUGA:

Meski tidak ada korban luka maupun jiwa, namun pohon tersebut menimpa sejumlah kendaraan yang sedang terparkir.

Kabid Pertamanan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Hendri Pratama mengatakan, pihaknya telah membentuk tim siaga pohon tumbang.

Menurutnya, tim akan memonitor pohon-pohon tumbang dan rentan tumbang di seluruh Kota Tangerang.

"Kita sudah bentuk tiga tim yang on call 24 jam," ujarnya kepada TangerangNews, Jumat (15/11/2019).

Ia menuturkan, pohon tumbang di Kota Tangerang disebabkan kondisi usianya yang sudah tua yang mayoritas berjenis trembesi.

"Sebab kalau sudah tua kena angin kencang suka sempal,” tuturnya.

Ia menyebut, persiapan untuk mengantisipasi pohon tumbang dilakukan sejak memasuki September 2019 dengan melakukan pendataan dan pemotongan pohon rawan tumbang.

"Sudah dari September kita perantingan di jalur-jalur rawan dan pohon yang sudah berumur," ungkapnya.

Ia pun mengimbau kepada warga untuk menghindari berlindung atau memarkirkan kendaraan di bawah pohon trembesi saat hujan.

"Kami berharap warga juga aktif untuk melakukan antisipasi dengan menghindari pohon saat berteduh," pungkasnya.(MRI/RGI)

OPINI
Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Gubernur Banten: Sebuah Surat Terbuka

Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Gubernur Banten: Sebuah Surat Terbuka

Kamis, 5 Februari 2026 | 20:38

Dalam balutan seminar nasional itu, Anda memamerkan angka 60 ribu siswa sekolah gratis seolah-olah itu adalah tiket emas menuju surga kesejahteraan.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill