Bertanding Hanya dengan 9 Pemain, Persita Kalah 0-2 dari Borneo FC
Rabu, 6 Mei 2026 | 08:38
Persita Tangerang harus mengakui keunggulan Borneo FC dengan skor 0-2 pada lanjutan pekan ke-31 BRI Super League.
TANGERANGNEWS.com—Firman, 14, remaja yang tenggelam di Sungai Cisadane akhirnya ditemukan pada Kamis (5/12/2019) pukul 14.55 WIB. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Tim SAR gabungan menemukan korban yang hanyut pada radius 10 meter dari lokasi kejadian tepatnya di Sungai Cisadane, Panunggangan Barat, Kota Tangerang.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta, Hendra Sudirman menyampaikan apresiasi kepada 90 personel yang terlibat dalam tim SAR gabungan karena berhasil menemukan korban.
"Saya ucapkan apresiasi kepada seluruh tim SAR gabungan yang terlibat hingga akhirnya korban bisa ditemukan pada siang ini," ujarnya.
Hendra juga menyampaikan bahwa pihaknya turut berdukacita atas ditemukannya korban dalam kondisi meninggal.
"Rasa belasungkawa saya ucapkan kepada keluarga korban atas kejadian tersebut," ucapnya.
Baca Juga :
Jasad korban saat ini berada di rumah duka, di Kelurahan Bencongan RT 1/1, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang untuk kemudian disemayamkan.
Sebelumnya, Firman diketahui tenggelam ketika akan menyeberangi Sungai Cisadane pada Rabu (4/12/2019) sekitar pukul 16.00 WIB.

Peristiwa itu bermula saat korban bersama dengan dua rekannya ingin menuju rumah temannya yang berada di seberang Sungai Cisadane dengan berenang.
Beberapa menit kemudian kedua rekannya berhasil berenang hingga ke seberang kali, sedangkan korban tertinggal di tengah akibat kelelahan dan berteriak minta tolong.
Melihat kejadian tersebut salah satu warga sekitar berusaha menolong. Karena tidak kuat menarik korban, akhirnya kembali terlepas dan tenggelam.(RMI/HRU)
TODAY TAGPersita Tangerang harus mengakui keunggulan Borneo FC dengan skor 0-2 pada lanjutan pekan ke-31 BRI Super League.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)mulai mendorong penggunaan gas alam terkompresi atau Compressed Natural Gas sebagai alternatif pengganti Liquefied Petroleum Gas untuk kebutuhan rumah tangga.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews