Mengapa Mengurus Negara Butuh Lebih dari Sekadar Nyali?
Senin, 20 April 2026 | 19:56
-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".
TANGERANGNEWS.com-Seorang gadis yang dibonceng sepeda motor meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan dengan bus di Jalan Benteng Betawi, Tanah Tinggi, Kota Tangerang, Kamis (15/4/2021) siang.
Kepolisian dari Unit Laka Lantas Polres Metro Tangerang Kota telah melakukan olah tempat kejadian perkara ihwal insiden mengenaskan tersebut.

Korban meninggal itu diketahui gadis berinisial DL, 19 tahun, asal Lampung. Sedangkan rekannya yang mengendarai sepeda motor berinisial ER, 26, juga asal Lampung.
"Korban yang dibonceng meninggal di tempat kejadian. Sementara yang mengendarai sepeda motor mengalami luka," ujar Kasubnit Laka Lantas Polres Metro Tangerang Kota Ipda Agung saat dikonfirmasi.
Agung mengatakan, kecelakaan ini melibatkan sepeda motor matik bernopol F-2683-FH dengan bus bernopol B-7392-TGD.
Menurutnya, insiden berawal saat bus yang dikendarai sopir berinisial PW, 53, asal Kebumen melintas dari arah Tanah Tinggi menuju Terminal Poris.
Sesampainya di Jalan Benteng Betawi tepatnya di dekat gang Puskesmas Tanah Tinggi, bus itu berupaya mendahului dari sebelah kanan sepeda motor yang ditumpangi kedua korban.
Lantaran gagal menyalip, badan belakang bus itu menyenggol sepeda motor yang ditumpangi kedua korban. Sehingga, kecelakaan tak terhindarkan.
"Kemudian penumpang sepeda motor terjatuh ke kolong bus dan terlindas ban belakang kiri kendaraan bus," ungkapnya.

Adapun akibat kecelakaan tersebut, korban DL meninggal dunia di lokasi kejadian. Kini, jenazahnya telah dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang.
Ketika ditanya apakah sang sopir bus ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, Agung menyebut pihaknya masih melakukan tahapan penyelidikan.
"Kalau barang bukti berupa sepeda motor dan bus yang terlibat kecelakaan sudah kami amankan," pungkasnya.
TODAY TAG-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".
Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten (Karantina Banten) memusnahkan gulma Asphodelus Fistulosus yang ditemukan pada 27.000 ton komoditas biji gandum impor dari Australia.
Pelaksanaan UTBK 2026 yang akan berlansung pada Selasa 21 April 2026, untuk sesi siang tidak berlangsung dengan waktu yang sama di seluruh titik ujian.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews