Connect With Us

Pengalaman Atasi Konflik, M Nazar Masuk Radar Menteri Sosial

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 21 Oktober 2019 | 10:31

Muhammad Nazar. (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Usai dilantik, Presiden Joko Widodo menginginkan agar kedepan pemerintahannya, termasuk kementerian-kementerian di bawahnya, harus mampu mengatasi persoalan-persoalan klasik yang monoton tanpa solusi dan hasil.

“Namun semua itu tidak datang dengan mudah, harus disertai kerja keras dan kita harus kerja cepat," ujarnya, saat membaca pidato pelantikan.

Tokoh Aceh yang juga mantan Tim Perdamaian Aceh, Yusni Sabi, menanggapi visi lima tahun Jokowi-Amin yang ingin menjamin tercapainya program pembangunan.

Dia mengapresiasi jika Presiden Jokowi mengakomodir putera terbaik Aceh untuk duduk di kementerian.

Sementara Anggota DPD RI dari Aceh Sudirman menyatakan, sosok yang dianggap tepat untuk membantu Jokowi di periode kedua ini adalah Muhammad Nazar.

BACA JUGA:

Alasannya, selain Mantan Gubernur Aceh 2007-2012, M Nazar berpengalaman dalam resolisi konflik karena dia merupakan berperan penting di balik perdamaian Aceh.

“Dia pernah memimpin Aceh dan menyelesaikan konflik Aceh” ungkapnya, dalam siaran pers, Minggu (20/10/2019).

Sudirman menjelaskan M Nazar tepat menduduki kursi Menteri karena merupakan tokoh yang memberi banyak kontribusi untuk masyarakat Aceh.

"Dia telah menjembatani kepentingan masyarakat Aceh, memperjuangkan hak-hak Aceh, terutama saat perundingan perdamaian, dengan cara-cara damai, tidak dengan pendekatan militer," jelasnya.

 

Sudirman menambahkan, Nazar juga pengalaman dalam menangani konflik sosial dan memiliki banyak jaringan internasional, sehingga menjadi penilaian kompetensi tersendiri bagi di hadapan Presiden Jokowi.

Yusni Sabi, akademisi dan mantan Rektor IAIN Ar Raniry Aceh, menambahkan, putera Aceh seperti M Nazar, memiliki kompetensi pengalaman mumpuni sehingga layak sebagai Menteri.

Sehingga, kata dia, sudah seharusnya penempatan Menteri harus sesuai dengan kompetensi dan pengalaman, bukan sekedar formalitas. "Apalagi cuma dapat jatah, jatah A, jatah B, jatah kelompok, bukan itu," pungkasnya.(RAZ/RGI)

TANGSEL
Korban Ledakan Pasar Cimanggis Luka Bakar 82 Persen, Pemkot Tangsel Tanggung Biaya Pengobatan

Korban Ledakan Pasar Cimanggis Luka Bakar 82 Persen, Pemkot Tangsel Tanggung Biaya Pengobatan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 22:54

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel memastikan mengawal penanganan medis dan pembiayaan perawatan korban ledakan ruko di kawasan Pasar Cimanggis yang terjadi pada Rabu 14 Oktober 2026, malam.

WISATA
Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40

Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

OPINI
Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02

Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh

HIBURAN
Khusus Oktober, Pakons Prime Hadirkan Promo Kamar Plus Tiket CGV Mulai Rp550 Ribu

Khusus Oktober, Pakons Prime Hadirkan Promo Kamar Plus Tiket CGV Mulai Rp550 Ribu

Jumat, 16 Oktober 2026 | 07:48

Pakons Prime Hotel Tangerang menghadirkan dua paket promosi kamar selama Oktober 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill