TangerangNews.com

Siti Nur Azizah Ajak Warga Tangsel Jadikan Jumat Hari Makan Bersama

Yudi Adiyatna | Jumat, 13 Desember 2019 | 17:23 | Dibaca : 2293


Bakal Calon Wali Kota Tangsel Siti Nur Azizah, saat makan bersama warga di Lapak Pemulung, Jurang Mangu Timur, Tangerang Selatan. (@TangerangNews / Yudi Adiyatna)


TANGERANGNEWS.com-Siti Nur Azizah mengajak warga Tangsel bergotong royong menjadikan Jumat sebagai hari berbagi, salah satunya berbagi makanan, Jumat (13/12/2019).

Puteri Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin itu menyatakan, berbagi makanan setiap Jumat dapat mengeratkan rasa cinta kasih antar sesama warga Tangerang Selatan, sehingga wajah kota ini akan semakin penuh dengan cinta.

Azizah yang juga Bakal Calon Wali Kota Tangsel mengatakan, hal itu saat makan bersama ratusan anak-anak pemulung di Lapak Pemulung, Jurang Mangu Timur, Tangerang Selatan. Sebelumnya, kegiatan yang diinisiasi Yayasan Peduli Kesejahteraan Bersama itu diawali dengan memasak bersama.

Azizah pun tampak antusias dalam acara tersebut. Ia turut memasak untuk mempersiapkan makanan bagi sekitar 200 anak-anak yang hadir dalam acara bertema Food For You itu.

BACA JUGA:

"Saya senang, sangat senang dengan kegiatan hari ini Food For You, yang diinisiasi oleh teman-tekan komunitas di sini. Semoga hari ini menjadi Jumat yang barokah bagi semua, khususnya kita yang ada di sini," ungkapnya dengan wajah sumringah dan berseri-seri.

Ia menegaskan, tak lagi boleh ada orang kelaparan di Tangsel. Karenanya ia mengajak warga untuk  bergotong royong menjadikan Jumat sebagai hari berbagi. 

"Setiap Jumat kita programkan agar rakyat Tangsel bisa makan bersama. Program ini semoga kelak bisa terwujud lebih sempurna bila saya terpilih menjadi Wali Kota Tangsel. Nanti bila saya ditakdirkan menjadi Wali Kota, saya akan menjadi ibu bagi kalian semua. Sebagai ibu, maka saya akan turun langsung untuk memasak apa saja yang terbaik buat semua yang membutuhkannya," tutur Azizah kepada ratusan anak-anak yang hadir.

Ia menilai, kegiatan ini sangat baik untuk mewujudkan Tangsel menjadi kota yang penuh cinta kasih. Karena, kata dia, tak ada lagi sekat antara orang kaya dengan orang miskin. Jalinan demikian, akan merubah wajah kota Tangsel menjadi kota yang humanis.

"Saya akan turun memimpin langsung gerakan ini. Ini bukan sekedar charity atau kemanusiaan, tapi ini cara kita membentuk budaya baru yang lama hilang: makan bersama," tegasnya.

Ia menyebut, saat ini banyak orang kehilangan kesempatan makan bersama. Banyak orang akhirnya kehilangan meja makan bersamanya. Entah karena pekerjaan,  kesibukan, ekonomi, atau yang lainnnya. Karena itu ia menyerukan, gerakan makan bersama ini akan mengembalikan tradisi yang hilang tersebut.

"Mari rebut kembali meja makanmu untuk makan bersama. Ajak keluarga, kalau tak ada keluarga ajak tetangga, ajak teman, ajak mereka yang tak mampu, dan sebagainya," serunya penuh semangat.

Dari meja makan, jelasnya, demokrasi dimulai. Sebab, duduk bersama adalah membangun tradisi saling mengerti dan memahami. Jika ada persoalan, maka diselesaikan dengan bermusyawarah.

"Mari kita mulai belajar demokrasi,  musyawarah, berbagi, memahami perbedaan, dan membangun pendidikan karakter di sana, di meja makan. Kita kumpul, kita makan bersama, kita ngobrol, kita belajar bersama. Jangan lagi ada kelaparan diantara kita. Jangan sampai ada dusta diantara kita. Tangsel punya segalanya. Punya APBD besar. Hanya mungkin belum sampai kepada kita. Entahlah dimana nyangkutnya," tegasnya lagi.

Melalui ritual makan bersama, lanjutnya, kita belajar dua kulitas makanan. Makanan halal dan toyibah. Halal cara mendapatkannya saja tidak cukup, tapi harus baik bagi kebutuhan tubuh. Karena makan kita bahagia, kita sehat, kita cerdas, dan bahkan kita bisa masuk surga.

"Salah satu program aksi yang saya canangkan untuk menjadi Wali Kota Tangsel bernama Sejuk (sejuta kelor). Kita mendorong semua warga menanam sebanyak-banyaknya, seluas-luasnya. Kita sosialisasi terus menerus. Karena kelor merupakan bahan makanan dengan kualitas toyib (baik bergizi) bagi kita," ujarnya.

Lalu setelah program berjalan dan tanaman itu tumbuh, Azizah mengajak untuk memanfaatkan sebaik-baiknya. Lewat tanaman kelor juga, kata dia, Tangsel akan dicanangkan sebagai daerah terbebas dari kelaparan, terbebas dari kekurangan gizi (stunting). Tangsel akan bangkit, Tangsel akan berubah dan rakyat akan sejahtera.

"Hal ini karena kelor merupakan tanaman super nutrisi, yang dinobatkan oleh WHO sebagai tanaman ajaib. Berbagai vitamin, nutrisi, mineral cukup lengkap pada tanaman ini," ucapnya.

"Semoga tanaman ini bisa mencukupi kebutuhan gizi rakyat Tangsel dan dapat menggerakkan roda ekonomi kreatif" imbuhnya.

#GOOGLE_ADS#

Pada kegiatan itu, Azizah juga memasak sayur kelor. Program itu, kata dia, akan terus digaungkan selama masa sosialisasi yang akan dilanjutkan hingga terpilih sebagai Wali Kota Tangsel.

"Kita beri saja nama programnya SayLorMom, singkatam dari Sayur Kelor ala Momi," kelakarnya.

Nama tersebut diceritakan Azizah terinspirasi dari serial kartun "Pretty Soldier Sailor Moon" yang merupakan sebuah franchise terkenal ciptaan seniman manga Jepang Naoko Takeuchi. Serial kartun tersebut bercerita tentang kepahlawanan 5 gadis dengan kekuatan super dari elemen-elemen alam dan tata surya melawan berbagai musuh dari kegelapan. Mereka memiliki misi mencari sang putri bulan dan Kristal Perak. 

"Tentu ini sesuai dengan misi kita di Tangsel yang sedang mencari Permata yang hilang. Permata di sini merupakan akronim dari Pemerataan Kemajuan untuk Kesejahteraan, yang merupakn visi dan misi saya untuk maju sebagai Wali Kota Tangsel," pungkasnya.(MRI/RGI)