Connect With Us

Cerita Komunitas Pengawal Ambulans di Tangsel, Pernah Dicaci Hingga Ditabrak

Rachman Deniansyah | Jumat, 5 Juli 2019 | 13:22

Para anggota dari komunitas Indonesian Escorting Ambulance (IEA) Tangsel. (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Di Indonesia keberadaan mobil ambulans yang melaju dengan sirine kerap kali masih disepelekan pengendara di jalan.

Bahkan, ambulans yang membutuhkan waktu cepat untuk menolong orang itu, justru kerap kali tak diberi jalan alias dihalangi oleh kendaraan lain. 

BACA JUGA:

Padahal, kewajiban mendahulukan kendaraan tertentu sudah diatur dalam UU No 22/2009 tentang lalu lintas dan jalan raya. Pada pasal 134, diatur mengenai penggunaan jalan yang memperoleh hak utama.

Ambulans yang mengangkut orang sakit mendapatkan prioritas kedua setelah kendaraan pemadam kebakaran yang bertugas. 

Fenomena tersebut yang menjadi latar belakang komunitas Indonesian Escorting Ambulance (IEA) terbentuk. Tujuannya untuk membantu rute para sopir ambulans menyelamatkan nyawa orang lain. 

"Oleh karena itu, kita terketuk hatinya untuk membuat pengawalan ambulance. Jelas ini sesuai pengalaman masing-masing, soalnya rasanya sedih butuh cepet pertolongan jadi meninggal di jalan," ucap Salman Alfarisi, 22, Ketua IEA Tangsel, Jumat (15/7/2019). 

Saat bertemu di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangsel, Jalan Cindekia, Serpong, Tangsel, Salman menceritakan, sejak tahun 2017 IEA berdiri, kini terus mengalami pertambahan jumlah anggota. Saat ini, paling tidak sudah terdapat sekitar 20 orang. 

"Sejak pertama kali dulu, hanya 5 orang," imbuhnya. 

Lebih lanjut, Salman menjelaskan,  bahwa saat ini juga komunitasnya itu telah bekerjasama dengan beberapa rumah sakit, perawat dan dokter. 

"Jadi kalau ada yang mau rujuk dikabarkan dengan dia (rumah sakit).  Jadi yang bisa stand by dan lokasinya dekat, bisa langsung meluncur ke rumah sakit," terangnya. 

Saat pengawalan, Salman menjelaskan, bahwa mereka mempunyai Standar Operasional Pelayanan (SOP). 

"Satu ambulans terdiri dari lima motor yang mengawal. Satu motor paling depan, dua motor di belakangnya alias tepat di depan ambulance dan dua motor lagi di belakang (ambulans)," tuturnya. 

Kepada TangerangNews, Salman menceritakan suka dukanya selama bekerja dengan asas kemanusiaan itu. 

"Wah banyak, Bang. Kadang suka diomelin orang. Apasih berisik banget. Udah tau macet juga," ucap Salman sambil menirukan orang mencacinya. 

Namun, tak ada cara lain, kata dia, selain menerima itu semua. "Ya sabar aja bang, namanya juga buat kemanusiaan," katanya. 

Tak hanya itu, ketika mengawal ambulans yang melaju dengan kecepatan tinggi, Salman mengaku bahwa saat itu juga bahaya sedang mengintai. 

"Sering juga kita ditabrak, bahkan sampai ada yang patah tulang," imbuhnya. 

Itu semua rela mereka terima, walau tak sepeserpun rupiah mereka terima. Ditambah segala kebutuhan operasional, lanjut Salman, dikeluarkan dari kantong pribadi. 

Kepada TangerangNews, Salman mengungkapkan harapannya, bahwa ia menginginkan komunitasnya itu dapat diakui, minimal dengan Pemerintah Kota Tangsel. 

"Ya tentu. Kami berharap IEA Tangsel ini diakui oleh Pemkot Tangsel," harapnya.(RAZ/RGI)

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

BANDARA
2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi

2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 19:40

Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.

TANGSEL
Korban Ledakan Pasar Cimanggis Luka Bakar 82 Persen, Pemkot Tangsel Tanggung Biaya Pengobatan

Korban Ledakan Pasar Cimanggis Luka Bakar 82 Persen, Pemkot Tangsel Tanggung Biaya Pengobatan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 22:54

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel memastikan mengawal penanganan medis dan pembiayaan perawatan korban ledakan ruko di kawasan Pasar Cimanggis yang terjadi pada Rabu 14 Oktober 2026, malam.

WISATA
Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40

Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill