Program 3 Juta Rumah Dinilai Belum Sentuh Akar Masalah Reforma Agraria
Minggu, 3 Mei 2026 | 09:13
Rencana pembangunan 3 juta rumah yang dijalankan pemerintah dinilai belum sepenuhnya menyentuh persoalan mendasar terkait reforma agraria.
TANGERANGNEWS.com-Sinar Mas Land kembali menyelenggarakan bakti sosial (baksos) di Sekolah Dasar Madrasah Ibtidaiyah Raudlatul Anwar, di Kampung Pagerhaur, Desa Pagedangan, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Sabtu (26/10/2019).
Baksos berupa pemeriksaan kesehatan gratis ini bekerja sama dengan Yayasan Muslim Sinar Mas, Yayasan Buddha Tzu Chi, Eka Hospital, Eka Tjipta Foundation dan UPT Puskesmas Pagedangan.

Kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan untuk memberikan manfaat terhadap masyarakat, khususnya yang berada di kawasan sekitar BSD City.
“Adapun target sasaran kegiatan ini sebanyak 500 warga. Pemeriksaan kesehatan gratis meliputi pemeriksaan asam urat, kolesterol, gula darah dalam tubuh, serta gigi," jelas Dhony Rahajoe, Managing Director President Office Sinar Mas Land.
Baca Juga :
Ketua Harian Yayasan Muslim Sinar Mas ini juga menyatakan kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat tidak mampu di sekitar wilayah BSD City.
"Kami juga menyertakan tenaga kerja medis dari berbagai latar belakang, sebagai bentuk toleransi antar umat beragama dan keberagaman yang ada di masyarakat BSD City," terangnya.
Bakti sosial pengobatan gratis ini melibatkan tenaga kerja medis yang terdiri dari 7 dokter umum, 8 dokter gigi, 5 perawat, serta 5 apoteker.(RMI/HRU)
TODAY TAGRencana pembangunan 3 juta rumah yang dijalankan pemerintah dinilai belum sepenuhnya menyentuh persoalan mendasar terkait reforma agraria.
PT PLN Persero melalui Unit Induk Distribusi (UID) Banten menggelar kegiatan Inspiring Srikandi, yakni program untuk mendorong peningkatan kapasitas sekaligus kontribusi nyata para pekerja perempuan.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews