Connect With Us

Airin Kesal Camat Tak Koordinasi Bantah Gubernur Banten

Rachman Deniansyah | Selasa, 17 Maret 2020 | 20:33

Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany. (TangerangNews / Rachman Deniansyah)

.

TANGERANGNEWS.com-Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany angkat bicara soal Camat Pondok Aren yang telah membantah pernyataan Gubernur Banten Wahidin Halim, soal adanya pasien positif Corona (COVID-19) di Tangerang Selatan yang meninggal.

Airin mengaklaim  yang dilakukan oleh Camat Pondok Aren merupakan bentuk semangat yang ditunjukkan guna mendukung program Provinsi Banten dalam rangka untuk melakukan pencegahan Corona.

Tetapi salah karena tak ada koordinasi terlebih dahulu sebelum melakukan hal tersebut. "Ada beberapa hal yang tentunya harus berkoordinasi dulu dengan Dinkes. Dan tidak serta merta," ungkap Airin di Puspemkot Tangsel, Jalan Maruga Raya, Ciputat, Tangsel, Selasa (17/3/2020). .

Baca Juga :

Atas hal itu, Airin kini berharap agar ke depannya, informasi mengenai penyebaran virus Corona itu menjadi satu pintu. .

Hal itu betujuan agar tidak ada informasi mengenai Pandemi Corona yang simpang siur. "Hasil Rapim menetapkan segala informasi harus bersumber dari Dinas Kesehatan serta Dinas Komunikasi dan Informatika,” pungkas Airin.(DBI/HRU)

TANGSEL
Korban Ledakan Pasar Cimanggis Luka Bakar 82 Persen, Pemkot Tangsel Tanggung Biaya Pengobatan

Korban Ledakan Pasar Cimanggis Luka Bakar 82 Persen, Pemkot Tangsel Tanggung Biaya Pengobatan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 22:54

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel memastikan mengawal penanganan medis dan pembiayaan perawatan korban ledakan ruko di kawasan Pasar Cimanggis yang terjadi pada Rabu 14 Oktober 2026, malam.

AYO! TANGERANG CERDAS
Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Jumat, 25 September 2026 | 10:54

Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.

KAB. TANGERANG
Gadis 16 Tahun yang Kabur ke Apartemen PIK 2 Diduga Korban Kekerasan Seksual Modus Pengantin Pesanan

Gadis 16 Tahun yang Kabur ke Apartemen PIK 2 Diduga Korban Kekerasan Seksual Modus Pengantin Pesanan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:46

Seorang siswi SMK berusia 16 tahun asal Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar) yang dilaporkan kabur ke apartemen kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, diduga korban kekerasan seksual warga negara China.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill