VIVERE Hotel Hadirkan “Big Days, Open Doors”, Open House untuk Konsultasikan Acara Pernikahan
Senin, 21 September 2026 | 17:09
VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan open house dengan konsep berbeda melalui “Big Days, Open Doors”.
TANGERANGNEWS.com-Sebelum ditemukan tewas di dalam kamar Hotel Marilyn Serpong, Kota Tangerang Selatan, Minggu (6/8/2020), Ketua DPRR Lebak Dindin Nurohmat sempat keluhkan rasa sakit yang di bagian dadanya.
“Jadi kronologisnya saat almarhum bersama rekannya menginap di sana, masuk ke hotel pada pukul 22.00 WIB, kemudian pukul 02.00 WIB malam mengeluh (sakit) di bagian dadanya," jelas Kapolres Tangsel AKBP Iman Setiawan kepada awak media, Senin (7/9/2020).
Baca Juga :
Atas keluhan rasa sakitnya, rekan korban berinisial L itu pun langsung menghubungi petugas hotel. Kemudian oleh petugas front office menghubungi rumah sakit.
“Kurang lebih pukul 04.00 WIB subuh, ada bantuan medis yang melakukan pemeriksaan di sana. Setelah itu korban dinyatakan meninggal dunia," tuturnya.
Menurut keterangan yang didapati, selama hidupnya politisi Partai Gerindra itu memang telah memiliki riwayat medis.
"Yang jelas berdasarkan keterangan saksi ada keluhan dada dan juga kita sempat konfrontir bahwa (korban) ada riwayat sakit. Pada saat sebelum meninggal ada penanganan medis atas keluhan yang dirasakan oleh almarhum saat dini hari," tuturnya.
Sebelumnya, ketika ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, polisi sempat menemukan resep obat pada kamar korban.
"Iya ada resep obat. Yang jelas bahwa sampai saat ini pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Penyebab kematian nanti kita simpulkan setelah semua saksi kita periksa lengkap," pungkasnya.(RAZ/HRU)
VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan open house dengan konsep berbeda melalui “Big Days, Open Doors”.
TODAY TAGDinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang menyerahkan sebanyak delapan unit armada ambulans kepada delapan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di wilayah tersebut.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews