Uluran Tangan dari Warga Kota Tangerang, Tiga Masjid Rusak Diterjang Banjir Aceh Direnovasi
Kamis, 7 Mei 2026 | 22:01
Upaya pemulihan pascabanjir di sejumlah wilayah Aceh turut mendapat dukungan dari masyarakat Kota Tangerang.
TANGERANGNEWS.com-Amanda Dian Vianti Sholehah Warga Jalan WR Supratman Gang Bacang Cempaka Putih Ciputat Timur itu lahir di Tangerang 7 Agustus 2003 meninggal karena kecelakaan.
Dia terlibat kecelakaan lalulintas tunggal di Jalan Ciputat-Lebak Bulus, Tangsel. Dirinya seorang penumpang dari pemotor sang lelaki yang belum diketahui namanya itu.
Amanda menghembuskan nafas terakhirnya di lokasi kejadian, Sabtu (24/10/2020) pagi.
Informasi tersebut dikabarkan pembaca TangerangNews melalui rekaman video amatir.
"Innalillahiwainrojiun, telah terjadi Kecelakaan tunggal di Lebak Bulus Ciputat, Kota Tangerang Selatan. Mohon bagi yang mengenal diinfokan keluarga almarhumah," tulis warganet tersebut dalam keterangan video amatirnya, Sabtu (24/10/2020).
Fahrul Effendi saudara Amanda menyatakan, jasad wanita cantik itu telah tiba di rumah duka. "Baru sampai nih," ujarnya kepada TangerangNews.com, Sabtu (24/10/2020) sore.
"Sebelum dibawa ke rumah duka, dibawah ke Rumah Sakit dulu," terangnya.
Dalam video amatir itu, tampak seorang wanita tergeletak dengan wajah ditutup jaket. Diduga, korban meninggal dalam peristiwa nahas itu.
Sementara, disampingnya, seorang pemuda tampak tengah kebingungan. Dan pada bagian bibir pemuda atasnya terluka. Dia tampak kebingungan, sambil beberapa kali mencoba membuka password dari ponsel korban untuk mengabarkan kepada keluarga Amanda.(RMI/HRU)
Upaya pemulihan pascabanjir di sejumlah wilayah Aceh turut mendapat dukungan dari masyarakat Kota Tangerang.
TODAY TAGDalam rangka menyambut Bulan Autisme Sedunia, VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated bekerja sama dengan Matalesoge HospitABLElity Academy menggelar pameran seni bertajuk “You See Me and I Feel You”, yang berlangsung pada 24 April
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews