2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi
Jumat, 16 Oktober 2026 | 19:40
Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.
TANGERANGNEWS.com-Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan mulai berbondong-bondong ikuti jadwal vaksinasi di Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangerang Selatan, Kamis (4/3/2021).
Seperti salah satunya anggota DPRD Tangsel Fraksi PSI Alexander Prabu. Sejak pagi ia begitu antusias mengikuti program vaksinasi ini.
Bukan tanpa sebab, ia mengaku telah lama menunggu jadwal dirinya akan divaksin.
"Ya senang sih, jadi saya merasa pede untuk terjun ke lapangan, siap kerja lagi, siap melayani (masyarakat) lagi," kata Alex usai menjalani vaksinasi.
Baca Juga :
Sebagai anggota dewan yag tugasya kerap bersentuhan langsung ke masyarakat Alex merasa lebih yakin untuk menyerap aspirasi dan suara rakyat Tangsel.
"Secara psikologis kan membuat orang lebih yakin bukan sembarang. Lebih pede terjun ke masyarakat. Tapi tetap ya dengan protokol kesehatan," ungkap anggota Komisi II tersebut.
Saat hendak divaksin, Alex mengaku dirinya sempat merasa takut. Ia sempat ditunda akibat tensi darah yang tinggi. Namun, rasa ketakutannya itu terkalahkan oleh manfaat yang diterimanya.
"Karena kan kita bersentuhan langsung dengan masyarakat. Termasuk wartawan. Sempat takut sih, saya enggak liat saja tadi waktu disuntik. Tapi ya sebetulnya biasa. Kan saya biasa donor darah," pungkasnya. (RAZ/RAC)
Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.
TODAY TAGTiga sarana olahraga milik Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi ditunjuk sebagai lokasi pertandingan untuk tiga cabang olahraga (cabor) dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VII Banten 2026.
Masyarakat Kota Tangerang kini memiliki pilihan baru untuk menjual maupun menggadaikan emas.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews