PR John Herdman Perbaiki Disiplin Timnas yang Longgar di Era Patrick Kluivert
Jumat, 16 Januari 2026 | 12:24
Ketua Badan Tim Nasional Sumardji menyinggung lemahnya kedisiplinan pemain Timnas Indonesia pada era kepelatihan Patrick Kluivert.
TANGERANGNEWS.com-Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan mulai berbondong-bondong ikuti jadwal vaksinasi di Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangerang Selatan, Kamis (4/3/2021).
Seperti salah satunya anggota DPRD Tangsel Fraksi PSI Alexander Prabu. Sejak pagi ia begitu antusias mengikuti program vaksinasi ini.
Bukan tanpa sebab, ia mengaku telah lama menunggu jadwal dirinya akan divaksin.
"Ya senang sih, jadi saya merasa pede untuk terjun ke lapangan, siap kerja lagi, siap melayani (masyarakat) lagi," kata Alex usai menjalani vaksinasi.
Baca Juga :
Sebagai anggota dewan yag tugasya kerap bersentuhan langsung ke masyarakat Alex merasa lebih yakin untuk menyerap aspirasi dan suara rakyat Tangsel.
"Secara psikologis kan membuat orang lebih yakin bukan sembarang. Lebih pede terjun ke masyarakat. Tapi tetap ya dengan protokol kesehatan," ungkap anggota Komisi II tersebut.
Saat hendak divaksin, Alex mengaku dirinya sempat merasa takut. Ia sempat ditunda akibat tensi darah yang tinggi. Namun, rasa ketakutannya itu terkalahkan oleh manfaat yang diterimanya.
"Karena kan kita bersentuhan langsung dengan masyarakat. Termasuk wartawan. Sempat takut sih, saya enggak liat saja tadi waktu disuntik. Tapi ya sebetulnya biasa. Kan saya biasa donor darah," pungkasnya. (RAZ/RAC)
Ketua Badan Tim Nasional Sumardji menyinggung lemahnya kedisiplinan pemain Timnas Indonesia pada era kepelatihan Patrick Kluivert.
TODAY TAGMusisi asal Gunung Kawi, Matoha Mino, merilis lagu berjudul Gunung Kawi sebagai bentuk respons terhadap persepsi yang menurutnya keliru dan telah lama berkembang di masyarakat terkait stigma tentang Gunung Kawi
Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
Kematian di Gaza tak hanya datang dari peluru dan bom. Seorang pria dan seorang anak meregang nyawa akibat runtuhnya bangunan karena cuaca ekstrem. Hingga kini, total 19 korban tewas akibat tertimbun puing telah dibawa ke rumah sakit.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews