Nomor WA Sekda Kota Tangerang Diduga Diretas, Chat Pura-pura Pinjam Uang
Rabu, 2 April 2025 | 12:23
Kasus penipuan dengan modus pura-pura meminjam uang melalui pesan WhatsApp (WA) terjadi di Kota Tangerang.
TANGERANGNEWS.com-Kasus penembakan misterius yang terjadi di Perumahan Bukit Serpong Mas, Serpong Utara, Tangerang Selatan, menyasar ke mobil Mercy milik warga setempat.
Akibatnya kaca mobil bagian belakang milik warga bernama Asep Taufiq itu, retak seluruhnya.
Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Angga Surya Saputra memastikan bahwa pecahnya kaca mobil mercy milik warga tersebut, diakibatkan oleh adanya penembakan misterius.
Hal tersebut dipastikan, usai jajarannya melakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP). Saat itu, polisi menemukan sebutir peluru yang digunakan untuk senjata jenis airsoft gun.
"Jenis Gotri. Peluru (untuk) airsoft gun," tutur Angga saat dikonfirmasi awak media, Rabu (24/3/2021).
Baca Juga :
Atas barang bukti tersebut, Angga menegaskan bahwa pihaknya kini masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.
"Masih lidik ya, karena pelapor pun enggak tahu kejadiannya kapan," tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, aksi penembakan misterius terjadi di Perumahan Bukit Serpong Mas, Paku Alam, Serpong Utara, Tangerang Selatan.
Penembakan tersebut menyasar ke mobil mercy milik warga, Asep Taufiq, 36.
Peristiwa tersebut baru diketahui Asep, ketika dirinya hendak mencuci mobil antiknya tersebut, Senin (15/3/2021) lalu.
Saat itu, kaca belakang mobil bagian kanan miliknya itu sudah terlihat dalam kondisi retak. (RED/RAC)
Kasus penipuan dengan modus pura-pura meminjam uang melalui pesan WhatsApp (WA) terjadi di Kota Tangerang.
Di balik cahaya lampu yang menyala di rumah, masjid, dan jalanan saat Hari Raya, ada sosok yang rela meninggalkan kebersamaan dengan keluarga demi menjaga keandalan listrik.
Sejak resmi menjadi kota administratif pada 28 Februari 1993 setelah sebelumnya tergabung dalam Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang telah menginjak usia ke-32 pada Jumat, 28 Februari 2025.
Lagi dan lagi pelecehan seksual terhadap anak terus saja terjadi. Berulangnya peristiwa ini menunjukkan bahwa masalah ini bukan sekadar kesalahan pada oknum, melainkan memang ada yang salah dari pengurusan negara ini.