Connect With Us

Gadis 15 Tahun di Tangsel Alami Luka Fisik & Trauma yang Berlebih

Rachman Deniansyah | Rabu, 28 Juli 2021 | 19:56

Ilustrasi kekerasan anak. (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Sungguh malang nasib gadis berinisial W yang masih berusia 15 tahun di wilayah Pamulang, Tangerang Selatan. 

Dalam usianya yang masih belia tersebut, ia diduga kerap mengalami kekerasan yang membuat dirinya sering dirundung rasa sedih yang mendalam. 

Ironisnya, kekerasan tersebut diduga dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri, yang juga kerap diikuti oleh ibu tirinya. 

Terakhir, baru-baru ini tindak kekerasan tersebut kembali dialami W pada Senin, 26 Juli 2021. 

Ketika korban berada di rumah pamannya yang berlokasi di wilayah Pondok Benda, Pamulang, Tangerang Selatan. 

Salah satu pihak keluarga, Wahyudi menuturkan, saat itu korban mengalami kekerasan hingga dipukul berulang kali oleh ayah kandungnya.

Parahnya lagi, saat itu ibu tiri korban justru malah ikut-ikutan dengan menjambak rambut W. 

Atas kejadian itu, W mengalami luka di sejumlah anggota tubuhnya. 

"Ada luka di bagian bibir memar, belakang kepala sakit dan lecet di bagian kuping," tutur Wahyudi saat dikonfirmasi, Rabu, 28 Juli 2021.

Baca Juga :

Parahnya lagi, kekerasan itu juga membuat pendengaran korban agak sedikit terganggu. 

"Hasil visum sudah di tangan Polres Tangsel," imbuhnya. 

Usai mengalami kekerasan yang dilakukan oleh ayah kandungnya yang bengis itu, kondisi W kini semakin mengkhawatirkan. Pasalnya, korban tak hanya mengalami luka pada fisiknya saja.

Usai mengalami insiden kekerasan itu, korban kini terlihat kerap menangis seorang diri.

Untuk memastikan kondisinya, Wahyudi mengatakan, bahwa kini korban tinggal bersama ibu kandungnya.

"Korban saat ini tinggal sama ibu kandungnya dan memang korban sedang trauma karena tadi saya dapat kabar dari pamannya bahwa korban sempat nangis," ujar Wahyudi. 

Rasa trauma yang dialaminya itu, kini juga membuat W kerap kali berdiam diri seolah sedang dirundung rasa ketakutan yang berlebih. 

"Kebanyakan diam kaya takut. Karena sering dilakukan oleh pelaku, karena itu pihak keluarga tidak terima akan tindakan ini," tandasnya. 

Sebelumnya, kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur kembali terulang. Kali ini menimpa anak perempuan berinisial W yang masih berusia 15 tahun di wilayah Pamulang, Tangerang Selatan. 

Mirisnya, kekerasan ini dilakukan oleh bapak kandungnya sendiri yang diketahui berinisial R, beserta istrinya berinisial E, yang tak lain adalah ibu tiri korban.

BISNIS
UMKM Bisa Buka Stand Bazar Gratis di MTQ XXIII Banten

UMKM Bisa Buka Stand Bazar Gratis di MTQ XXIII Banten

Kamis, 9 Juli 2026 | 18:10

Pelaku usaha mikro kecil dan menengah menengah (UMKM) yang hendak berjualan atau memamerkan produknya, dapat membuka stan tanpa biaya sewa di event Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXIII Provinsi Banten tahun 2026.

OPINI
Menanti Keadilan Pendidikan untuk Madrasah Aliyah di Banten

Menanti Keadilan Pendidikan untuk Madrasah Aliyah di Banten

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:58

Masuknya MA swasta ke dalam Program Sekolah Gratis sejatinya merupakan langkah yang sudah semestinya dilakukan. Madrasah Aliyah merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional yang memiliki kontribusi besar dalam mencetak generasi berilmu

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill