ALVAboard Tawarkan Solusi Kemasan Efisien di Tengah Tekanan Biaya Industri
Senin, 9 Februari 2026 | 14:21
Penerapan prinsip keberlanjutan (sustainability) semakin menjadi agenda strategis bagi sektor industri di Indonesia.
TANGERANGNEWS.com-Petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Internasional Soekarno-Hatta berhasil menggagalkan upaya penyelundupan penumpang yang membawa buaya dan ular.
Hewan tersebut diselundupkan di dalam empat koper berukuran besar. Petugas mencurigai saat koper melintasi mesin x-ray di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (13/9/2017) kemarin. Keempat koper milik warga negara Arab Saudi berinisial AA itu belakangan diketahui memuat sejumlah hewan yang dilindungi. BACA JUGA : Baby Lobster Puluhan Miliar diselundupkan di Bandara Soekarno-Hatta
"Kedapatan saat akan terbang. Petugas Avsec mencurigai koper yang dibawa oleh AA. Saat diperiksa, ternyata ada sejumlah hewan di dalamnya yang terbungkus plastik," kata Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Bandara Soekarno-Hatta, Eliza Suryati Roesli, Kamis (14/9/2017).
Eliza menjelaskan, di dalam empat koper yang dimaksud, tercatat ada 65 ekor kura-kura, sembilan ekor ular, lima ekor biawak, sepuluh ekor buaya, empat ekor musang, dan delapan ekor lintah. Dari semua hewan di dalam koper tersebut, dua ekor kura-kura dan tiga ekor musang didapati dalam kondisi mati. BACA JUGA : 'Demi keselamatan Penerbangan, Siapa pun tak bisa menolak Diperiksa petugas Bandara'
Hingga kini pihaknya masih memeriksa pemilik koper tersebut, termasuk menggali keterangan mengenai tujuan dia membawa hewan tersebut dan dari mana saja asal hewan-hewan itu.(DBI)
Penerapan prinsip keberlanjutan (sustainability) semakin menjadi agenda strategis bagi sektor industri di Indonesia.
TODAY TAGPolisi telah mendapatkan identitas pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang menodongkan benda diduga senjata api (senpi) karena kepergok warga saat beraksi di Desa Talaga, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.
Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Aetra Tangerang melalui unggahan resminya menyampaikan adanya penurunan kualitas air baku.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews