Connect With Us

Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta kedapatan membawa 10 Buaya

Ray | Kamis, 14 September 2017 | 18:00

Petugas Avsec di Bandara Soekarno-Hatta saat memeriksa penumpang. (Dira Derby / Tangerangnews)

TANGERANGNEWS.com-Petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Internasional Soekarno-Hatta berhasil menggagalkan upaya penyelundupan penumpang yang membawa buaya dan ular. 

Hewan tersebut diselundupkan di dalam empat koper berukuran besar. Petugas mencurigai saat koper melintasi mesin x-ray di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (13/9/2017) kemarin. Keempat koper milik warga negara Arab Saudi berinisial AA itu belakangan diketahui memuat sejumlah hewan yang dilindungi. BACA JUGA : Baby Lobster Puluhan Miliar diselundupkan di Bandara Soekarno-Hatta

"Kedapatan saat akan terbang. Petugas Avsec mencurigai koper yang dibawa oleh AA. Saat diperiksa, ternyata ada sejumlah hewan di dalamnya yang terbungkus plastik," kata Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Bandara Soekarno-Hatta, Eliza Suryati Roesli, Kamis (14/9/2017).

Eliza menjelaskan, di dalam empat koper yang dimaksud, tercatat ada 65 ekor kura-kura, sembilan ekor ular, lima ekor biawak, sepuluh ekor buaya, empat ekor musang, dan delapan ekor lintah. Dari semua hewan di dalam koper tersebut, dua ekor kura-kura dan tiga ekor musang didapati dalam kondisi mati. BACA JUGA : 'Demi keselamatan Penerbangan, Siapa pun tak bisa menolak Diperiksa petugas Bandara'

Hingga kini pihaknya masih memeriksa pemilik koper tersebut, termasuk menggali keterangan mengenai tujuan dia membawa hewan tersebut dan dari mana saja asal hewan-hewan itu.(DBI)

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

HIBURAN
Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Jumat, 9 Januari 2026 | 13:50

Musisi asal Gunung Kawi, Matoha Mino, merilis lagu berjudul Gunung Kawi sebagai bentuk respons terhadap persepsi yang menurutnya keliru dan telah lama berkembang di masyarakat terkait stigma tentang Gunung Kawi

KOTA TANGERANG
Tramadol dan Hexymer Kerap Dipakai Pelajar Tangerang Buat Tawuran

Tramadol dan Hexymer Kerap Dipakai Pelajar Tangerang Buat Tawuran

Jumat, 16 Januari 2026 | 21:16

Polres Metro Tangerang Kota mengungkap fakta bahwa konsumsi obat-obatan keras jenis Tramadol dan Hexymer kerap dijadikan dorongan nyali bagi para remaja di Tangerang untuk tawuran.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill