Connect With Us

Longsor di Bandara Soetta Masih Dalam Penyelidikan, Waskita Siap Bertanggung Jawab

Achmad Irfan Fauzi | Selasa, 13 Februari 2018 | 19:00

| Dibaca : 486

Lokasi longsornya underpass di Jalan Parimeter Selatan, Bandara Soetta. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com - Polisi masih terus melakukan penyelidikan terkait peristiwa longsornya underpass di Jalan Parimeter Selatan, Bandara Soetta yang terjadi pada Senin (5/2/2018) tempo lalu. Jika lokasi tersebut berlarut - larut dibiarkan, maka akan berdampak pada jalur Kereta Bandara Soetta.

Pasalnya insiden yang telah merenggut korban jiwa itu persis berada di bawah terowongan Kereta Bandara. Hal ini diungkapkan langsung oleh Humas Proyek Waskita, Daud Harahap selaku kontraktor pembangunan akses KA Bandara.

BACA JUGA:

 

"Kalau terus - terus dibiarkan, diprediksi akan anjlok di rel perlintasan. Operasional Kereta Bandara terhenti dan lumpuh," ujar Daud, Selasa (13/2/2018).

Ia menyatakan, jajarannya siap menangani atau mengerjakan perbaikan underpass di Jalan Parimeter Selatan itu. Namun penangannya masih menunggu hasil penyelidikan polisi.

"Kami masih tunggu hasil penyelidikannya. Sebab kalau bekerja di lokasi memang tidak diizinkan berada di TKP (tempat kejadian perkara)," ucapnya.

Daud menjelaskan jalur rel dikhawatirkan anjlok, sebab faktor tanah yang labil. Terlebih cuaca saat ini memasuki musim puncak penghujan.

"Makanya petugas kami selalu siaga di lokasi untuk memasang terpal di rel. Terpal itu untuk menghalangi tanah yang bergerak jika diguyur hujan," kata Daud.

Daud menambahkan, Kereta Bandara yang melintas juga dapat memberikan tekanan diakses trek itu. Pasalnya getaran dari KA Bandara bisa berimbas terhadap tanah yang turun.

"Untuk saat ini masih aman, karena kecepatan kereta bisa diatur. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak - pihak terkait soal ini," ungkapnya.

Pihak Waskita akan melakukan upaya agar insiden longsor itu tak terjadi kembali. Daud mengklaim jajarannya berusaha mengantisipasi ini dengan menyiapkan sejumlah alat berat dan juga material bangunan.

"Jika sudah dibolehkan, selanjutnya kami akan pasang sheet pile di sekitar lokasi yang longsor," imbuh Daud.

Ia merinci ada 4 unit ekskavator, 1 unit crane, dan 2 mesin drill disiagakan di lokasi. Sejumlah alat berat itu disiapkan untuk proses perbaikan kontruksi pembangunan.

"Ada 60 sheet pile atau baja sebagai penyangga agar kontruksi bangunan semakin kuat," paparnya.(RAZ/RGI)

TOKOH
Kang Budi, Sang Pelestari Dongeng di Tangerang

Kang Budi, Sang Pelestari Dongeng di Tangerang

Sabtu, 30 September 2017 | 20:00

Kang Budi, Sang Pelestari Dongeng di Tangerang

KOTA TANGERANG
Ikatan Alumni Pelajar Tangerang Klarifikasi Soal Pemberhentian Kepsek SMKN 4

Ikatan Alumni Pelajar Tangerang Klarifikasi Soal Pemberhentian Kepsek SMKN 4

Jumat, 23 Februari 2018 | 13:00

TANGERANGNEWS.com-Santer diberitakan diberbagai media, Kepala Sekolah SMK Negeri 4 Kota Tangerang dipecat Gubernur Banten Wahidin Halim karena melakukan pungutan liar (pungli).

AYO! TANGERANG CERDAS
Sinar Mas & Purwadhika Berikan Beasiswa Pelatihan IT Untuk Lulusan SMA

Sinar Mas & Purwadhika Berikan Beasiswa Pelatihan IT Untuk Lulusan SMA

Rabu, 8 November 2017 | 09:00

TANGERANGNEWS.com-Sinar Mas Land dan Purwadhika sepakat menjalin kerjasama untuk memberikan beasiswa pelatihan IT developer kepada

OPINI
Korupsi ''Membunuh'' Manusia

Korupsi ''Membunuh'' Manusia

Jumat, 25 Agustus 2017 | 10:00

Justru yang menakutkan bagi kita adalah, kekhawatiran mewabahnya Madaari di negeri kita. Orang yang marah, punya rencana untuk membalas dendam dengan caranya sendiri. Tentu saja kita tak ingin hal itu terjadi. Akan timbul anarkisme massa yang sulit dibend

"Dalam hidup, tidak ada seorang pun yang mendapatkan tempat seperti apa yang mereka sangka akan dapatkan. Tapi ketika Anda bekerja dengan keras dan bersikap baik, berbagai hal yang mengagumkan akan terjadi."

Conan O'Brein