Connect With Us

Longsor di Bandara Soetta Masih Dalam Penyelidikan, Waskita Siap Bertanggung Jawab

Achmad Irfan Fauzi | Selasa, 13 Februari 2018 | 19:00

| Dibaca : 657

Lokasi longsornya underpass di Jalan Parimeter Selatan, Bandara Soetta. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com - Polisi masih terus melakukan penyelidikan terkait peristiwa longsornya underpass di Jalan Parimeter Selatan, Bandara Soetta yang terjadi pada Senin (5/2/2018) tempo lalu. Jika lokasi tersebut berlarut - larut dibiarkan, maka akan berdampak pada jalur Kereta Bandara Soetta.

Pasalnya insiden yang telah merenggut korban jiwa itu persis berada di bawah terowongan Kereta Bandara. Hal ini diungkapkan langsung oleh Humas Proyek Waskita, Daud Harahap selaku kontraktor pembangunan akses KA Bandara.

BACA JUGA:

 

"Kalau terus - terus dibiarkan, diprediksi akan anjlok di rel perlintasan. Operasional Kereta Bandara terhenti dan lumpuh," ujar Daud, Selasa (13/2/2018).

Ia menyatakan, jajarannya siap menangani atau mengerjakan perbaikan underpass di Jalan Parimeter Selatan itu. Namun penangannya masih menunggu hasil penyelidikan polisi.

"Kami masih tunggu hasil penyelidikannya. Sebab kalau bekerja di lokasi memang tidak diizinkan berada di TKP (tempat kejadian perkara)," ucapnya.

Daud menjelaskan jalur rel dikhawatirkan anjlok, sebab faktor tanah yang labil. Terlebih cuaca saat ini memasuki musim puncak penghujan.

"Makanya petugas kami selalu siaga di lokasi untuk memasang terpal di rel. Terpal itu untuk menghalangi tanah yang bergerak jika diguyur hujan," kata Daud.

Daud menambahkan, Kereta Bandara yang melintas juga dapat memberikan tekanan diakses trek itu. Pasalnya getaran dari KA Bandara bisa berimbas terhadap tanah yang turun.

"Untuk saat ini masih aman, karena kecepatan kereta bisa diatur. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak - pihak terkait soal ini," ungkapnya.

Pihak Waskita akan melakukan upaya agar insiden longsor itu tak terjadi kembali. Daud mengklaim jajarannya berusaha mengantisipasi ini dengan menyiapkan sejumlah alat berat dan juga material bangunan.

"Jika sudah dibolehkan, selanjutnya kami akan pasang sheet pile di sekitar lokasi yang longsor," imbuh Daud.

Ia merinci ada 4 unit ekskavator, 1 unit crane, dan 2 mesin drill disiagakan di lokasi. Sejumlah alat berat itu disiapkan untuk proses perbaikan kontruksi pembangunan.

"Ada 60 sheet pile atau baja sebagai penyangga agar kontruksi bangunan semakin kuat," paparnya.(RAZ/RGI)

TANGSEL
Didampingi Pengacara, Artis Liza Aditya Bantah Tudingan Transgender

Didampingi Pengacara, Artis Liza Aditya Bantah Tudingan Transgender

Minggu, 16 Desember 2018 | 08:00

TANGERANGNEWS.com-Penyanyi Liza Aditya akhirnya angkat bicara terkait tudingan beberapa netizen yang menuduh bahwa ia adalah seorang transgender.

BANTEN
Komisi IX DPR Sebut Lonjakan Penduduk Banten Dipicu Migrasi

Komisi IX DPR Sebut Lonjakan Penduduk Banten Dipicu Migrasi

Jumat, 7 Desember 2018 | 14:18

TANGERANGNEWS.com-Banten menduduki peringkat kelima untuk populasi penduduk di Indonesia pada tahun 2018. Dengan jumlah penduduk 12,7

WISATA
27 Wisata Taman Rekomendasi Liburan Akhir Tahun di Kota Tangerang

27 Wisata Taman Rekomendasi Liburan Akhir Tahun di Kota Tangerang

Rabu, 5 Desember 2018 | 14:44

TANGERANGNEWS.com-Detik-detik liburan akhir tahun mulai mendekat. Mari bersiap-siaplah mengatur jadwal untuk pergi berlibur. Di Kota Tangerang,

BISNIS
Gandeng DigiAsia, Dkapster Hadirkan Ahli Cukur Lewat Smartphone

Gandeng DigiAsia, Dkapster Hadirkan Ahli Cukur Lewat Smartphone

Sabtu, 15 Desember 2018 | 16:04

TANGERANGNEWS.com-Dkapster, inovasi yang digagas untuk melayani pemotongan rambut atau barbershop secara online akan menggeliat di

"Semua pengalaman dalam hidup mengajarkan pada kita hal - hal yang penting untuk terus maju."

Brian Tracy