Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan
Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TANGERANGNEWS.com-Warga dan pengusaha kuliner di sekitar Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjerit karena terdampak parah dengan ditutupnya Jalan Perimeter Selatan yang terjadi pada 5 Februari 2018 lalu.
Mereka mendesak agar Pemerintah Kota Tangerang bereaksi kepada PT Kereta Api Indonesia agar jalan tersebut kembali menjadi akses. “Tidak mudah bertahan sampai setahun lebih ini, diantara kami sudah ada yang tutup. Tidak sanggup bertahan selama ini,” ujar Firman, seorang pengusaha kuliner di Jalan Marsekal Suryadarma, Neglasari, Kota Tangerang, kemarin.
BACA JUGA :
Menurutnya, pemerintah harus turun untuk membantu perekonomian, tidak hanya meminta pajak atas pendapatan dari usahanya.“Seharusnya Pemkot Tangerang memikirkan kami, tidak melulu bicara pajak. Pajak dari kami itu ya semestinya digunakan juga buat mikir usaha kami, berikan kami jalan dong jangan diam,” tuturnya.
Senada dengan para pengusaha kuliner di Neglasari. Warga Tangerang Raya yang bekerja di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pun demikian.
“Jujur ini membuat kami semakin terhimpit dengan kondisi ekonomi. Akses semakin jauh, jalan rusak, ya otomatis semakin banyak pengeluaran,” jelas Pedro seorang pegawai di bandara tersebut.
TODAY TAGPotensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Permintaan terhadap hunian dan ruang komersial berkonsep loft di wilayah Bogor terus menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat.
Tiga sarana olahraga milik Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi ditunjuk sebagai lokasi pertandingan untuk tiga cabang olahraga (cabor) dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VII Banten 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews