Mengenal PMOS, Istilah Baru Pengganti PCOS dan Dampaknya bagi Wanita
Jumat, 26 Juni 2026 | 18:34
Perubahan nama ini didasari oleh tingginya angka underdiagnosis atau kasus yang tidak terdeteksi di masyarakat.
TANGERANGNEWS.com-DPD PDIP Provinsi Banten melaksanakan kegiatan Pendidikan Kader Madya, di Hotel Grand Serpong, Kota Tangerang, Rabu (13/9/2017). Kegiatan berlangsung selama empat hari hingga 16 September mendatang.
Ketua Bidang Kaderisasi DPP PDI Perjuangan Idam Samawi mengatakan, sejak Kongres PDI Perjuangan ke III di Bali 2015 lalu, pendidikan kader PDIP untuk pratama di delegasikan kepada DPC, sedangkan madya kepada DPD, dan kader utama di DPP.
“Itu ada aturannya dalam anggaran dasar bahwa kepada dewan pimpinan cabang atau dewan pimpinan daerah partai yang perolehan suaranya dalam pemilihan legislatif lebih dari 20 persen, wajib melaksanakan 3 kali dalam setahun. Untuk yang perolehan suaranya antara 10 sampai 20 persen, itu wajib melaksanakan 2 kali dalam setahun. Sedangkan yang di bawah 10 persen wajib melaksanakan satu kali dalam setahun,” ujar Idam Samawi. BACA JUGA : Konsolidasi Internal, DPC PDIP Tangsel Akan Gelar Rakercab
Diterangkannya, selain kader pratama, madya dan utama, setiap DPC dan DPD ada yang namanya kader pendidik. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi krisis ideologi yang dikhawatirkan mengubah ideologi Pancasila dengan ideologi yang lain, seperti yang diamanatkan Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri.
“Pada kongres ke tiga di Bali memutuskan, meneguhkan kembali PDI Perjuangan sebagai partai ideologi. Tujuan dari pendidikan ini nantinya akan semakin banyak kader-kader yang kuat secara ideologi pancasila. Sehingga dapat membawa perjalanan bangsa ke jalan yang benar sesuai cita-cita kemerdekaan” tandasnya.
Sementara, Wakil Ketua Bidang kaderisasi DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten, Ananta Wahana menjelaskan, kegiatan diikuti 119 kader dari 8 DPC kota/kabupaten se-Banten juga dari DPD PDI Perjuangan Banten. BACA JUGA : Arief Senang Diusung PDIP Tangerang
Selama pendidikan berlangsung, peserta diberikan sebanyak 16 materi, yang diantaranya adalah tentang Trisakti, kebudayaan, ideolgi Pancasila 1 Juni, revolusi mental, pengenalan Bung Karno dan metode berfikir Bung Karno, membangun basis, liberalisasi perdagangan, dan lain sebagainya.(RAZ)
Perubahan nama ini didasari oleh tingginya angka underdiagnosis atau kasus yang tidak terdeteksi di masyarakat.
TODAY TAGDinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengevaluasi pengoperasian aplikasi super Tangsel ONE dan Asisten Virtual berbasis kecerdasan buatan (AI Chat-First), Helita, sejak diluncurkan bulan lalu.
Mulai 1 Juli 2026, proses keberangkatan jemaah umrah rombongan yang menggunakan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) akan dialihkan secara terpusat melalui Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).
Di tengah derasnya arus informasi dan meningkatnya tantangan sosial, penguatan nilai-nilai kebangsaan dinilai menjadi benteng utama dalam menjaga persatuan bangsa.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews