Connect With Us

Banten Ekspor Komoditas Pertanian, Nilainya Capai Rp4,5 Miliar

Mohamad Romli | Rabu, 19 Juni 2019 | 19:48

Kegiatan pelepasan ekspor hasil pertanian masyarakat di Cilegon, Rabu (19/6/2019). (TangerangNews/2019 / Mochamad Iqbal)

 

TANGERANGNEWS.com-Komoditas pertanian asal Banten diekspor ke luar negeri. Nilai ekspor mencapai Rp 4,5 miliar.

Ekspor komoditas itu melalui Kementerian Pertanian (Kementan)  menggunakan 21 kontainer.

Komoditas pertanian yang di ekspor berasal dari petani dan industri di Banten. Komoditas tersebut di antaranya kayu lapis, rumput laut, olahan jagung ( corn germ ), tepung jagung, dan tepung gandum.

Baca Juga :

"Trend kebutuhan dunia terhadap produk ekspor Indonesia semakin meningkat, salah satunya adalah produk ekspor asal provinsi Banten di antaranya kayu lapis, rumput laut, corn germ, tepung jagung dan tepung gandum. Semakin digemari oleh beberapa negara China, India, Amerika Serikat, dan Philipina," kata Kepala Balai Karantina Cilegon, Raden Nurcahyo kepada wartawan seusai pelepasan ekspor di Cilegon, Rabu (19/6/2019).

Kayu lapis asal provinsi Banten sudah diminati oleh beberapa negara dan ke depannya lebih banyak lagi volume yang di ekspor serta jumlah negara tujuan ekspor diperluas, khususnya pasar di ASEAN dan ASIA yang masih sangat terbuka dan prospektif.

"Rumput laut asal Kecamatan Pontang Kabupaten Serang Provinsi Banten adalah komoditas yang pertama kali di ekspor melalui BKP Kelas II Cilegon," ujarnya.

Namun, komoditas ini belum banyak jumlahnya karena masih harus diberdayakan, baik petani dan rumput lautnya.

Dinas Pertanian Provinsi Banten dan pemangku kepentingan mengaku akan memberikan akses kepada para petani berupa pendampingan agar produk pertanian Banten bernilai ekspor tinggi. (MI/RMI/HRU)

BANDARA
2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi

2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 19:40

Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.

BANTEN
PLN Perluas Ruang Belajar Anak Pulau Panjang lewat Bridge Banten

PLN Perluas Ruang Belajar Anak Pulau Panjang lewat Bridge Banten

Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:44

Di tengah keterbatasan akses akibat kondisi geografis kepulauan, SD Negeri Pulo Panjang 2, Kabupaten Serang, mendapat tambahan fasilitas pendidikan melalui program Bridge Banten dari PT PLN (Persero) UID Banten.

TEKNO
Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:16

Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill