Sinar Mas Land Hadirkan Hunian Sekaligus Tempat Usaha Seharga Rp1,9 Miliar
Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:00
Permintaan terhadap hunian dan ruang komersial berkonsep loft di wilayah Bogor terus menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat.
TANGERANGNEWS.com - Ribuan karyawan pabrik kimia PT Chandra Asri Petrochemical menyelamatkan diri ke atas bukit di belakang kawasan pabrik. Mereka sedang berlatih menghadapi ancaman tsunami ( tsunami drill ).
Latihan itu diawali dengan adanya peringatan tsunami, alat pengukur ketinggian muka air laut memperlihatkan air surut. Tanda-tanda terjadi tsunami ditunjukkan lewat alarm yang berbunyi setelah terjadi gempa dan air laut surut.
BACA JUGA:
Ribuan karyawan kemudian menyelematkan diri ke tempat yang lebih tinggi. Mereka naik ke atas bukit yang berada di belakang kawasan industri.

"Dimulai dengan gempa bumi dan air laut turun mendadak dan di pabrik ada alat untuk memonitor air laut," kata General Manager Produksi PT Chandra Asri Petrochemical, Budiono kepada wartawan, Rabu (17/7/2019).
Bersamaan dengan evakuasi karyawan, alat produksi langsung dimatikan untuk menghindari pabrik meledak dan cairan kimia berceceran keluar pabrik.
"Kita lakukan prosedur mematikan pabrik, beberapa orang yang tidak terlibat operasi pabrik langsung dievakuasi," ujarnya.
Shut down mesin produksi memakan waktu sekitar 3 menit. Dalam jangka waktu tersebut, mesin dipastikan mati dan karyawan sudah dievakuasi ke tempat yang lebih aman. (MI/MRI/RGI)
Permintaan terhadap hunian dan ruang komersial berkonsep loft di wilayah Bogor terus menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat.
TODAY TAGOrang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews