KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com - Perkembangan teknologi komunikasi yang pesat menjadikan informasi setiap saat dikonsumsi oleh masyarakat. Namun, tidak semua informasi bernilai berita, tak sedikit hanya berupa hoaks.
Memenuhi kebutuhan informasi yang sehat diperlukan produk jurnalistik yang dihasilkan dari proses kerja yang taat pada prinsip dan kaidah jurnalisme, salah satunya patuh pada kode etik jurnalistik.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tangerang Sangki Wahyudin menyampaikan hal itu disela-sela pembukaan Bengkel Jurnalistik PWI Kabupaten Tangerang angkatan pertama tahun 2019, Sabtu (13/7/2019).
Kegiatan yang dihelat bagi para reporter pemula dan masyarakat umum yang ingin memahami dunia kewartawanan itu diselenggarakan setiap akhir pekan di Sekretariat PWI Kabupaten Tangerang, Perumahan PWS Blok AF 18/84A, Kelurahan Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

"Di era saat ini, profesi jurnalis menghadapi tantangan berat dari media sosial. Kecepatan dan ketepatan menyampaikan berita menjadi tuntutan pembaca," ujar Sangki.
Namun, lanjut Sangki, tantangan itu tidak mesti menjadikan kualitas sebuah karya jurnalistik menurun, justru harus sebaliknya.
"Ketepatan dan kedalaman menyajikan berita justru harus ditingkatkan," tambahnya.
Karenanya, kepada peserta Bengkel Jurnalistik, Sangki berpesan terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kewartawanan. Sebab, kata dia, hal demikian menjadi sebuah keniscayaan.
BACA JUGA:
"Regenerasi wartawan perlu terus dilakukan, agar kualitas SDM (sumber daya manusia) insan pers juga terus meningkat," katanya.
Sementara, Program Officer Bengkel Jurnalistik PWI Kabupaten Tangerang Mohamad Romli menambahkan, program tersebut didisain membekali reporter pemula meningkatkan kemampuan menggali dan menyajikan sebuah berita.
"Era media siber ini menjebak repoter muda menyajikan berita singkat ( straight news ) melulu. Padahal banyak kemampuan lain yang harus dikembangkan," katanya.
Selain repoter, lanjut Romli, pelatihan itu juga terbuka bagi masyarakat umum. Tujuannya, kata dia, mengedukasi masyarakat menjadi pembaca berita yang kritis.
"Semakin pembaca berita kritis, akan terjadi umpan balik yang sehat bagi industri media," tambahnya.
Materi Bengkel Jurnalistik dimulai dari pengetahuan dasar jurnalistik, menulis berita, feature, menyajikan bahas berita, dan praktik liputan lapangan.
"Saat ini baru latihan dasar. Setelah peserta dinyatakan lulus, maka mereka akan lanjut pada level lanjutan," pungkasnya.(MRI/RGI)
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGSejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
Komisi VIII DPR RI bersama Pemerintah resmi menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1448 H/2027 M.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews