Connect With Us

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tangerang 'Selalu' Molor

Mohamad Romli | Kamis, 12 Oktober 2017 | 13:00

Sekitar pukul 11.00 WIB, ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tangerang masih kosong meskipun meskipun semestinya rapat sudah dimulai pukul 09.00 WIB. (@TangerangNews2017 / Mohamad Romli)

TANGERANGNEWS.com-Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang yang digelar Kamis (12/10/2017), molor dari jadwal.

Rapat paripurna yang membahas agenda Jawaban Bupati Tangerang tentang empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif DPRD dijadwalkan pukul 09.00 WIB, namun baru dimulai sekitar pukul 11.20 WIB, artinya molor dua jam lebih dari jadwal yang semestinya.

BACA JUGA : Komisi 2 DPRD Minta Pengawasan Gudang di Tangerang Ditingkatkan

Molornya pelaksanaan rapat paripurna tersebut bukan pertama kali terjadi, namun juga pernah terjadi dibeberapa paripurna sebelumnya.

Salah satu wakil rakyat yang hadir lebih awal pun mengeluhkan hal tersebut. "Kejadian seperti ini semestinya dihindari, karena mengacaukan jadwal kami juga," ujarnya yang tidak bersedia dituliskan namanya.

BACA JUGA : Berantas Calo, Raperda Perizinan di Tangerang Segera Diberlakukan

Tidak diketahui pasti penyebab molornya pelaksanaan rapat paripurna tersebut, namun pantauan TangerangNews.com, beberapa anggota DPRD pun datang di atas pukul 09.00 WIB.

"Kami sebagai wakil rakyat kan seharusnya contoh, jadi kalau saya selalu berusaha datang on time," tukasnya.(RAZ/RAZ)

 

HIBURAN
Meriahkan Halloween di Tangerang, RJ’s Sports Bar & Grill Hadirkan MIDNIGHT SPELL 

Meriahkan Halloween di Tangerang, RJ’s Sports Bar & Grill Hadirkan MIDNIGHT SPELL 

Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:36

ARYADUTA Lippo Village, Tangerang, menghadirkan perayaan Halloween bertajuk MIDNIGHT SPELL: A Night of Music, Magic & Mystery pada Sabtu, 31 Oktober 2026.

OPINI
Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:29

Bagi sebagian guru, kata “supervisi” masih terdengar seperti jadwal ujian: tegang, penuh persiapan dadakan, lalu lega ketika selesai. Padahal supervisi dirancang untuk membantu guru bertumbuh. Jika hanya berhenti pada pengisian instrumen

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill