Connect With Us

KPU Serentak Gelar Uji Publik DPS di Tangerang

Mohamad Romli | Rabu, 4 April 2018 | 14:00

Uji Publik Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pilbup Tangerang di Kecamatan Kresek. (@TangerangNews.com / Mohamad Romli)

TANGERANGNEWS.com-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten secara serentak menghelat uji publik hasil publikasi daftar pemilih sementara (DPS) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Tangerang, Rabu (4/4/2018).

Diungkapkan Komisioner KPU Kabupaten Tangerang M Iqbal Syah, uji publik yang digelar di 29 Kecamatan di Kabupaten Tangerang tersebut untuk memastikan akurasi data DPS di masing-masing kecamatan.

"Uji publik ini untuk mengecek data DPS, apakah ada kekeliruan, misalnya pemilih ganda atau ada pemilih yang belum terdaftar," ujarnya, Rabu (4/4/2018).

BACA JUGA:


Peserta uji publik tersebut, lanjut komisioner yang membidangi program dan data ini, adalah para pihak yang terlibat sebagai pemangku kepentingan di masing-masing Kecamatan, diantaranya Panitia Pemilihan tingkat Kecamatan (PPK), Panitia Pengawas Pemilihan tingkat Kecamatan (Panwascam) beserta jajarannya, tokoh masyarakat, pemuda serta unsur masyarakat lainnya.

"Diharapkan, data DPS yang sudah ada tersebut mendapatkan masukan dari berbagai pihak sebelum diplenokan ditingkat desa pada 10 April dan tingkat kecamatan pada 12 April," jelasnya.

Selanjutnya, hasil perbaikan DPS melalui peleno tersebut akan ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pleno KPU Kabupaten Tangerang 19 April mendatang.

Pihaknya juga masih memberikan kesempatan kepada masyarakat yang belum tercantum namanya di DPS untuk mendaftar melalui panitia tingkat desa atau kelurahan sebelum pleno tingkat desa atau kelurahan digelar.

Sementara untuk masyarakat Kabupaten Tangerang yang memiliki hak pilih yang ingin mengetahui sudah terdaftar atau belum, KPU Pusat telah meluncurkan layanan daring serta pendaftaran melalui aplikasi whatsapp.



"Masyarakat bisa langsung akses situsnya dan melakukan pengecekan disana, tenggat waktunya sampai besok," tukasnya.

Informasi yang dihimpun, cara pengecekan DPS tersebut dengan mengakses laman KPU di link https://infopemilu.kpu.go.id/pilkada2018/pemilih/dps/1/nasional.

Kemudian setelah terakases, cukup mengetik Nomor Induk Kependudukan (NIK)  pada kolom "cari NIK" kemudian klik pada kolom "cari".

Setelah itu, jika sudah terdaftar di DPS, maka akan muncul data sesuai nomor NIK tersebut, sebaliknya tidak akan muncul jika belum terdaftar.

Berikutnya, jika belum terdaftar, segera menyampaikan informasi tersebut ke nomor whatsapp 0823-1076-7117 beserta file dokumen kependudukan.

KPU pusat kemudian akan melakukan pengecekan lebih dalam, jawaban akan diterima paling lama 3x24 Jam.(RAZ/RGI)

TOKOH
Richard Lee Siap Buka Seluruh Fakta, Tantang Doktif Hadir ke Persidangan

Richard Lee Siap Buka Seluruh Fakta, Tantang Doktif Hadir ke Persidangan

Kamis, 30 Juli 2026 | 14:28

Richard Lee menantang Samira Farahnaz alias Doktif untuk hadir dalam sidang kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen yang menjerat dirinya sebagai terdakwa.

NASIONAL
Simak Tips Berkunjung ke GIIAS 2026 di Akhir Pekan Ini

Simak Tips Berkunjung ke GIIAS 2026 di Akhir Pekan Ini

Sabtu, 1 Agustus 2026 | 20:10

Pameran otomotif terbesar se-Asia Tenggara, GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, kini memasuki akhir pekan pertamanya sejak resmi dibuka pada 30 Juli 2026.

SPORT
Spanyol Rebut Gelar dari Argentina, Ferran Torres Akhiri Perlawanan Tim Tango di Final Piala Dunia 2026

Spanyol Rebut Gelar dari Argentina, Ferran Torres Akhiri Perlawanan Tim Tango di Final Piala Dunia 2026

Senin, 20 Juli 2026 | 07:04

Spanyol berhasil merebut trofi Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan juara bertahan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada laga final yang berlangsung di New Jersey, Amerika Serikat, Senin, 20 Juli 2026, dini hari WIB.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill