KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Personel dari Polsek Pasar Kemis Polresta Tangerang telah berhasil mengidentifikasi identitas jasad pria yang ditemukan tewas mengambang di Kali Cadas, Selasa (25/6/2019).
Polisi yang datang ke lokasi sekitar pukul 08.00 WIB, langsung memeriksa kondisi tubuh korban setelah berhasil diangkat dari kali yang berlokasi di Jalan Raya Cadas-Kukun, Kampung Pangodokan Kaler, RT 6/1, Kelurahan Kutabumi, Kecamatan Pasar Kemis.
Baca Juga :
Kapolsek Pasar Kemis Kompol Ucu Syaifulloh mengatakan, korban adalah Nasan, 42, warga Kampung Jambu, Gang Damai, Perumahan Pondok Makmur, RT 5/7, Kelurahan Kutabaru, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.
"Identitas korban sudah terungkap, saat ini korban sudah di RSU Tangerang untuk diotopsi," kata Kapolsek.
Terkait penyebab kematian korban, Ucu belum bisa memastikan. Namun, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), serta hasil pemeriksaan pada tubuh korban, Ucu mengatakan tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan.
"Tidak ada tanda-tanda bekas kekerasan pada tubuh korban. Kami masih mengumpulkan informasi dari saksi-saksi dan keluarga sambil menunggu hasil visum atau otopsi dari dokter RSU Tangerang," jelasnya.
Diketahui, jasad pria tersebut pertama kali dilihat oleh warga sekitar pukul 07.00 WIB. Temuan itu kemudian dilaporkan ke Binamas desa setempat.
Sekitar pukul 08.00 WIB, petugas dari Polsek Pasar Kemis tiba di lokasi. Setelah berhasil diangkat dari kali Cadas, korban kemudian dievakuasi ke RSU Tangerang.(RAZ/HRU)
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGRencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Memasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews