Connect With Us

Puluhan Pocil Belajar Lalu Lintas di Polresta Tangerang

Maya Sahurina | Kamis, 19 September 2019 | 16:59

Puluhan polisi cilik mendatangi kantor Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Tangerang, untuk mengenal fungsi dan tugas polisi lalu lintas dan aturan berlalu lintas, Kamis (19/9/2019) (@TangerangNews / Maya Sahurina)

TANGERANGNEWS.com-Puluhan polisi cilik (Pocil) mendatangi kantor Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Tangerang, Kamis (19/9/2019).

Kedatangan siswa TK Bhayangkara 6 Balaraja itu untuk mengenal fungsi dan tugas polisi lalu lintas dan aturan berlalu lintas.

Mengenakan kostum layaknya polisi, mereka menyimak pemaparan materi dari Unit Pendidikan dan Rekayasa Lalu Lintas (Dikyasa) di halaman kantor Satlantas Polresta Tangerang yang disampaikan langsung oleh Kanit Dikyasa AKP Rastika dibantu dua polwan Satlantas.

Materi dasar yang disampaikan yaitu mengenai kewajiban menggunakan pelindung kepala (helm) saat mengendarai sepeda motor. Helm berstandar Indonesia (SNI) ditekankan AKP Rastika menjadi kebutuhan, sebab melindungi kepala pengendara dari benturan saat terjadi hal yang tidak diinginkan (kecelakaan).

Kemudian, anak-anak usia dini itu diperkenalkan juga dengan rambu-rambu lalu lintas. Pengenalan itu dengan simulasi berbagai rambu agar mereka mengetahui fungsi setiap rambu tersebut.

Edukasi itu dikemas dengan suasana menyenangkan. Sehingga, meski dibawah terik matahari, puluhan anak tersebut tampak riang mengikuti pemaparan materi dari narasumber.

Kepada awak media, AKP Rastika mengatakan, pendidikan lalu lintas menjadi kebutuhan yang harus ditanamkan kepada anak-anak sejak usia dini. Harapannya, ketika mereka kelak sudah remaja atau cukup umur untuk berkendara di jalan raya, setiap aturan lalu lintas dipatuhi.

BACA JUGA:

"Sebab kami merasa perihatin, karena korban kecelakaan lalu lintas sebagian besar adalah remaja atau milenial," ujar Rastika.

Tingginya angka korban kecelakaan itu, kata dia, menjadi pertanda, kaum milenial atau pengendara usia remaja rawan menjadi korban kecelakaan lalu lintas. Sehingga, sebelum anak-anak memasuki usia remaja, perlu dibekali pengetahuan dan pembentukan karakter disiplin berlalu lintas.

"Karena keselamatan berlalu lintas harus menjadi prioritas berkendara. Untuk mewujudkannya, perlu ditanamkan kesadaran sejak dini," imbuhnya.

Rastika juga menyebut, Satlantas Polresta Tangerang akan terus gencar melakukan sosialisasi dan edukasi tertib dan disiplin berlalu lintas. Tidak hanya pada kelompok usia dini, namun juga masyarakat pengguna jalan lainnya.

"Program Police Goes to School rutin kami laksanakan, selain itu, kami juga intens melakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat umum. Tujuannya, menekan angka kecelakaan lalu lintas," pungkasnya.(MRI/RGI)

AYO! TANGERANG CERDAS
7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.

SPORT
Cari Bibit Unggul Sepak Bola di Tangerang, 48 Tim Bakal Berlaga dalam Rajawali Junior League 2026

Cari Bibit Unggul Sepak Bola di Tangerang, 48 Tim Bakal Berlaga dalam Rajawali Junior League 2026

Senin, 3 Agustus 2026 | 22:17

Ajang kompetisi sepak bola usia dini bertajuk Rajawali Junior League (RJL) 2026 siap digulirkan oleh RTV pada 29–30 Agustus 2026 di Sport Center Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

BANTEN
Atasi Kemacetan Parah dan Banjir Tahunan, Pemprov Banten Bakal Tata Kawasan Industri Serang Barat

Atasi Kemacetan Parah dan Banjir Tahunan, Pemprov Banten Bakal Tata Kawasan Industri Serang Barat

Jumat, 7 Agustus 2026 | 21:49

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengambil langkah untuk menyelesaikan berbagai persoalan menahun di kawasan industri Serang Barat.

TANGSEL
BRIN Serpong Bikin Sepatu Karet Seharga Rp75 Ribuan untuk Siswa Sekolah Rakyat

BRIN Serpong Bikin Sepatu Karet Seharga Rp75 Ribuan untuk Siswa Sekolah Rakyat

Jumat, 7 Agustus 2026 | 07:00

Tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) BRIN di Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), merancang sepatu berbahan dasar karet yang memiliki bobot ringan, nyaman digunakan, serta ramah di kantong.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill