Connect With Us

Meriahnya Festival Budaya di Kota Tangerang

Achmad Irfan Fauzi | Minggu, 3 Desember 2017 | 19:00

| Dibaca : 1861

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah, bersama ratusan perwakilan SKPD dan komunitas lainnya ikut serta meramaikan Festival Budaya Nusantara yang dihelat mulai Minggu (3/12/2017) pagi. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota Tangerang menggelar Festival Budaya Nusantara yang dihelat mulai Minggu (3/12/2017) pagi. Pagelaran yang berlangsung di Plaza Puspemkot Tangerang ini dibuka dengan parade pakaian adat dari seluruh SKPD dan komunitas di Kota Tangerang.

Terlihat, ratusan perwakilan SKPD dan komunitas berjalan menggunakan beraneka pakaian adat dari seluruh Indonesia. Mereka juga menampilkan tarian-tarian asal daerah yang dibawakan dari Sabang hingga Merauke.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah menjelaskan, pagelaran Festival Budaya ini diselenggarakan dari tanggal 03-07 Desember 2017.

"Banyak tontonan pokoknya, pagi itu ada Arak-arakan Budaya, kemudian Gerak Jalan Batik, malamnya ada Pertunjukan Lenong," ungkap Arief.

Arief mengatakan, bagi yang masyarakat dari luar kota juga dipersilahkan datang ke Kota Tangerang di akhir pekan ini. “Enggak perlu capek-capek nyetir sendiri karena banyak akses menuju Kota Tangerang. Bisa pakai kereta atau moda kendaraan massal lainnya," tambahnya.

Menurut Arief, rencananya di hari terakhir festival nanti akan ada Sendratari Ramayana yang diiringi dengan pertunjukan visual yang menggunakan teknologi canggih. “Dikemas dalam seni pertunjukan lighting yang pertama kali ada di Kota Tangerang, namanya Tangerang Dalam Visual," papar Arief.

BACA JUGA: 

Masyarakat pun terlihat antusias melihat parade pakaian adat yang diiringi dengan lagu dan tarian daerah. Satu diantaranya yakni Indri, 27, yang mengajak anak dan suaminya untuk menonton Festival Budaya Nusantara ini.

"Sebenarnya saya niatnya mau olahraga di Car Free Day, cuma pas sampai ternyata ramai ada acara gini, anak saya jadi senang ngeliatnya," ujar Indri saat ditemui di kawasan Plaza Puspemkot Tangerang, Minggu (3/12/2017).

Hal itu juga disampaikan oleh Riyan, 35, yang juga merupakan masyarakat asal Tangerang. Menurutnya acara ini memiliki pesan yang positif bagi publik dalam edukasi beragam budaya di Indonesia. "Bagus, pakaiannya kelihatan niat gitu bikinnya, jadi kelihatan beneran gitu, kreatif juga," ucap Riyan.

Dirinya berharap kegiatan semacam ini dapat rutin diadakan oleh Pemkot Tangerang. Sebagai pengingat budaya Indonesia kepada generasi milineal. "Kalau bisa rutin diadakan, untuk pengenalan juga ke anak muda. Masukan saya sih supaya lebih tonjolin budaya asli Tangerang, biar orang-orang juga bisa tau kalau Tangerang juga punya budaya khas," katanya.(RAZ/RGI)

BANTEN
DPP APDESI Instruksikan Banten Gelar Musda

DPP APDESI Instruksikan Banten Gelar Musda

Jumat, 21 September 2018 | 23:45

TANGERANGNEWS.com-Asosiasi Perangkat Desa (APDESI) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) memberikan Surat Perintah kepada 3 anggota pengurus

KAB. TANGERANG
Bupati Minta Pengurus KNPI Turut Kembangkan Ekonomi Kreatif

Bupati Minta Pengurus KNPI Turut Kembangkan Ekonomi Kreatif

Senin, 24 September 2018 | 21:00

TANGERANGNEWS.com-Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menghadiri pelantikan pengurus DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Tangerang di gedung Graha Pemuda, Senin (24/9/2018).

OPINI
Tantangan Profesi Polisi Zaman Now

Tantangan Profesi Polisi Zaman Now

Rabu, 18 Juli 2018 | 18:00

TANGERANGNEWS.com-Anak saya yang baru menapaki usia lima tahun terpesona tayangan di sebuah televisi swasta. Di usia yang belum dapat menggunakan nalar sebagai kelengkapan berfikir itu, ia justru telah hapal slogan yang

KOTA TANGERANG
Baru 3 Bulan Bebas, Resedivis Pengedar Sabu Jaringan Lapas Kembali Beraksi di Teluknaga

Baru 3 Bulan Bebas, Resedivis Pengedar Sabu Jaringan Lapas Kembali Beraksi di Teluknaga

Senin, 24 September 2018 | 22:00

TANGERANGNEWS.com-Polisi membekuk dua pengedar narkoba di Teluknaga. Bandar yang ditangkap dengan barang bukti sabu seberat 24 gram ini merupakan resedivis yang baru tiga bulan bebas dari penjara.

"Kita tidak boleh menerima nasib buruk dan pasrah menerimannya sebagai kutukan. Kalau kita mau hidup bebas, kita harus belajar untuk terbang"

Gie