Mengapa Mengurus Negara Butuh Lebih dari Sekadar Nyali?
Senin, 20 April 2026 | 19:56
-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".
TANGERANGNEWS.com - Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin bercerita tentang lika-liku perjalanan hidupnya. Ketika itu, ia sempat tidak diterima saat mendaftar sebagai aparatur sipil negara.
Sachrudin menceritakan hal tersebut pada kegiatan workshop yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) di Ruang Al Amanah Puspemkot Tangerang, Selasa (23/1/2018).
BACA JUGA :
"Saya dari dulu memang punya keinginan untuk menjadi PNS agar bisa mengabdi buat masyarakat. Tahun 82 saya daftar Sipenmaru di IKIP Jakarta, karena hobi saya olahraga saya ambil jurusan olahraga, bareng Pak Jamhari orang Petir. Pak Jamhari diterima dan jadi guru di Jakarta, sedang saya tidak diterima," katany kepada ratusan mahasiswa UMT yang hadir.
Sachrudin mengaku sengaja memaparkan pengalaman hidupnya kepada ratusan mahasiswa agar bisa dijadikan sebagai motivasi hidup, yakni seorang birokrat. Kendati tidak diterima saat mendaftar, lanjut Sachrudin, dirinya tidak pernah putus asa dan terus berusaha untuk mewujudkan keinginannya menjadi seorang abdi negara.
"Setelah saya tidak lulus Sipenmaru saya kerja di pabrik Toto. Tidak lama saya kerja di sana kemudian ada panggilan saya jadi PNS di RS Sitanala, alhamdulillah keinginan saya mulai terwujud," ungkapnya.
"Sampai pada akhirnya karena saya juga aktif berorganisasi, saya bisa jadi lurah dan camat dan bisa seperti sekarang, meskipun banyak orang yang menyangsikan. Namun kalau Allah sudah berkehendak tidak ada yang sulit bagi-Nya dan tidak ada orang yang menghalangi. Dan setiap kehendaknya selalu ada hikmahnya," tutur mantan camat Cipondoh dan Pinang tersebut.
Untuk itu, Sachrudin juga berharap agar para mahasiswa yang menjadi harapan masa depan bangsa agar bisa memiliki keuletan dan kesabaran dalam mewujudkan cita-citanya.
"Karena saya yakin setiap orang bisa mewujudkan apa yang menjadi keinginannya," paparnya.(RAZ/HRU)
-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".
TODAY TAGSiang kemarin, Kamis 16 April 2026, TangerangNews bersama para wartawan lainnya mencoba kulineran ke Hampton Square di kawasan Gading Serpong. Cuaca di luar terasa memang panas, begitu masuk ke salah satu tenant Gudeg Mercon Bu Prih
Bisnis minuman teh kekinian Menantea yang didirikan oleh Jerome Polin pada 2021, lalu, resmi menghentikan seluruh operasional gerainya pada 25 April 2026, setelah berjalan selama kurang lebih lima tahun.
Kekalahan kembali dialami Persita Tangerang saat bertandang ke markas Persik Kediri dalam lanjutan pekan ke-28 Super League 2025/2026, Minggu, 19 April 2026, sore WIB.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews