Pemilik Gudang Pestisida Bantah Jadi Penyebab Pencemaran Sungai Cisadane
Sabtu, 14 Februari 2026 | 18:49
Manajemen PT Biotek Saranatama membantah tudingan bahwa perusahaannya menjadi penyebab pencemaran Sungai Cisadane.
TANGERANGNEWS.com - Seorang kakek berusia 53 tahun berinisial Dah harus berurusan dengan Kepolisian Sektor Jati Uwung lantaran terindikasi telah melakukan pencabulan terhadap enam bocah laki-laki, Minggu (4/3/2018).
Dah menggauli para bocah tersebut di rumahnya yang disulap menjadi rental game PlayStation di Jalan Kecipir Raya, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang.
Menurut Kapolsek Jati Uwung Kompol Eliantoro Jalmaf, Dah saat ini sudah diamankan di Mapolsek Jati Uwung untuk dilakukan penyelidikan pada kasus yang dialaminya.
BACA JUGA:
"Kasus ini sedang kami selidiki. Pelaku masih menjalani pemeriksaan penyidik," ujarnya.
Eliantoro menjelaskan, para bocah yang menjadi korban pelecehan seksual itu merupakan warga setempat yang memang kerap datang ke rumah Dah untuk bermain game PlayStation di sana.
"Sementara ini pengakuan tersangka ada enam korban. Keterangan pelaku masih akan kita dalami lagi," ucapnya.
Eliantoro menambahkan, indikasi Dah sejauh ini hanya menggerayangi tubuh para korbannya yang sedang asyik bermain game.
"Korban yang sudah dimintai keterangannya mengaku hanya di isap saja. Tidak sampai ada yang mengarah ke sana," paparnya.(DBI/RGI)
Manajemen PT Biotek Saranatama membantah tudingan bahwa perusahaannya menjadi penyebab pencemaran Sungai Cisadane.
TODAY TAGDi tengah dinamika industri hospitality, F&B, otomotif, hingga pengembangan bisnis yang semakin kompetitif, JHL Group menegaskan standar kinerja baru melalui gelaran JHL Award 2026.
Nama Habib Bahar bin Smith kembali muncul dalam kasus perkara hukum. Ulama kontroversial ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di wilayah Cipondoh,
Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews