Menaker Tegaskan AI Bukan Penyebab Utama PHK
Selasa, 28 Juli 2026 | 20:15
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence /AI) kerap dianggap sebagai ancaman hilangnya lapangan pekerjaan.
TANGERANGNEWS.com-Badan Pengelola Transportasi Jakarta (BPTJ) dikabarkan akan melakukan sosialisasi mengenai penerapan nomor kendaraan ganjil genap di Tol Tangerang - Jakarta, Senin (2/4/2018).
Namun sosialisasi tersebut belum dilaksanakan alias nihil. Sebab BPTJ masih menggodok kebijakan tersebut.
Terlebih, Kepala Dinas Perhubungan Saeful Rohman pun tidak mendapatkan informasi mengenai penerapan sosialisasi tersebut. Ia mengatakan, BPTJ belum memberikan keterangan resmi kepada dirinya.
"Belum, belum tahu, belum dapat kabarnya kalau soal sosialisasi," kata dia kepada TangerangNews, Senin (2/4/2018).
Menurutnya, BPTJ masih melakukan survei data kendaraan roda empat terkait penerapan sosialisasi itu.
"Tapi BPTJ sedang mensurvei ke lapangan, masih mendata jumlah kendaraan yang melintas di sana," ujarnya.
Saeful juga belum mengetahui secara pasti kapan ganjil genap diterapkan di Tol Tangerang - Jakarta. "Penerapannya saya belum jelas, ya diperkirakan secepatnya," terangnya.
Untuk diketahui, Kepala BPTJ Bambang Prihartono pelaksanaan ganjil genap di Tol Tangerang diterapkan sama dengan kebijakan tersebut di Tol Bekasi yang lebih dulu diterapkan pada 12 Maret 2018 lalu.
Ia menambahkan, pemerintah juga akan memberlakukan pembatasan kendaraan berat yang melintas di Tol Tangerang pada pukul 06.00 - 09.00 WIB.(RAZ/HRU)
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence /AI) kerap dianggap sebagai ancaman hilangnya lapangan pekerjaan.
TODAY TAGBesarnya arus kendaraan di suatu kawasan dinilai tidak lagi menjadi satu-satunya tolok ukur utama bagi pelaku usaha ritel dalam menentukan lokasi ekspansi bisnis.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang berencana menyusun peraturan daerah (Perda) sebagai tindak lanjut kebijakan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 111 Tahun 2025 tentang penanganan isu Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender dan Queer (LGBTQ).
Kasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews