AI Helita Tangsel Respon Keluhan Warga Hanya dalam 49 Milidetik, Sudah Terima 4 Ribu Pesan
Kamis, 14 Mei 2026 | 10:06
Helita, asisten digital berbasis Artificial Intelligence (AI) milik Pemkot Tangsel, langsung menjadi primadona baru sejak dirilis.
TANGERANGNEWS.com-Camat Karawaci Kota Tangerang Suli Rosadi tengah gencar memberantas rentenir atau biasa disebut bank keliling du wilayahnya. Menurut dia, koperasi menjadi solusi bagi warga Karawaci untuk tidak memanfaatkan jasa rentenir.
"Jangan sampai di Karawaci ada bank gelap. Untuk itu, dalam rangka memberantas rentenir, kami terjunkan tim koperasi," ujarnya kepada TangerangNews di Kampung Markisa, Karawaci, Kota Tangerang, Selasa (25/6/2019).
Suli mengatakan, rentenir masih beroperasi di Kecamatan Karawaci. Keberadaannya pun sangat mempersulit warga. Pasalnya, bunga yang diberikan kepada peminjam uang sangat mencekik.
Baca Juga :
Suli melanjutkan, pemberantasan rentenir dilakukan dengan cara menggerilyakan tim koperasi. Tim koperasi ini, kata dia, terjun langsung kepada warga yang telah meminjam uang kepada rentenir.
Kemudian, tim koperasi pun akan mengganti uang yang dipinjam warga kepada rentenir. Setelah itu, warga ditawarkan aktif dalam koperasi di Kecamatan Karawaci.
"Jadi uang warga yang minjam ke rentenir dibayarin koperasi. Kalau rentenir itu meminta bunga, kami laporkan ke polisi," jelas Suli.
"Itu kita harus lakukan dan pada akhirnya warga konsekuensinya kita paksa masuk koperasi," tambahnya.
Sumber dana yang digunakan untuk mengganti uang warga yang meminjam kepada rentenir pun berasal dari anggota koperasi.
"Ya sumber dananya koperasi itu dari anggota," katanya.
Penerapan dalam rangka memberantas renterin itu sudah dilakukan sejak setahun terakhir. Suli menambahkan, warga yang aktif di koperasi tidak dikenakan bunga. Ia malahan menabung.
"Kalau koperasi bukan bunga tapi nabung," imbuhnya.(RAZ/HRU)
Helita, asisten digital berbasis Artificial Intelligence (AI) milik Pemkot Tangsel, langsung menjadi primadona baru sejak dirilis.
TODAY TAGKementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat hampir 200 ribu anak telah terpapar judi online, termasuk sekitar 80 ribu anak yang masih berusia di bawah 10 tahun.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews