Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com-Penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMP Negeri di Kota Tangerang mulai digelar hari ini, Senin (1/7/2019).
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Masyati Yulia yang baru saja dilantik oleh Wali Kota pada 28 Juni 2019 lalu, langsung mendapat amanah untuk mengurus proses sistem PPDB tersebut.
Salah satu pesannya ke orang rua murid calon peserta PPDB yakni untuk tidak menggunakan jasa calo.
"Saya berharap PPDB yang digelar hari ini hingga selesai berjalan dengan lancar dan yang terpenting, jangan gunakan calo!" ujarnya di kantor Dinas Pendidikan Kota Tangerang.
BACA JUGA:
Masyati mengatakan, cara mendaftar PPDB dilakukan dengan online melalui website http://ppdb.tangerangkota.go.id/. Dalam proses pendaftaran hanya menginput data PIN dan NIK.
Menurut Masyati, PPDB digelar secara bertahap. Hari ini hingga 3 Juli 2019 dibuka sistem zonasi ligkungan 90 persen, prestasi 5 persen, perpindahan orangtua 5 persen.
"Jadi dengan tahapan ya, nanti setelah itu penerimaan zonasi besar yaitu berdasarkan seleksi nilai," ucapnya.
Masyati menambahkan bahwa pihaknya juga membuka posko umtuk menampung keluhan dan problem yang apabila dialami peserta.
"Sudah kami buka posko. Ada tim yang bertugas di posko empat orang," tukasnya.(RAZ/RGI)
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGSebanyak 25 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) secara resmi menyelesaikan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang.
Seorang petugas dari Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mengalami cedera saat penggerebekan tempat pemalsuan uang di sebuah gudang kawasan industri Taman Tekno, Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat 21 Agustus 2026, lalu.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews