Connect With Us

Rektor UMT Targetkan Akreditasi A

Achmad Irfan Fauzi | Rabu, 17 Juli 2019 | 15:00

Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) Ahmad Amarullah. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

TANGERANGNEWS.com-Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) mengaku berjuang mempertahankan Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) dengan predikat B untuk dua tahun ke depan. Setelahnya, dia pun menargetkan meraih predikat A di semua program studi.

"Kita fokus sekarang ini hanya dua tahun untuk bagaimana menghadapi re-Akreditasi Institusi. Jadi kita berjuang pertahankan apa yang sudah dicapai," ujarnya usai dilantik sebagai Rektor UMT kepada TangerangNews di Kampus Pusat UMT, Cikokol, Kota Tangerang, Rabu (17/7/2019).

Bahkan, Amarullah akan membawa kampus yang melesat cepat dengan jumlah mahasiswa saat ini mencapai 17 ribu, untuk mendapat predikat A.

BACA JUGA:

"Kita juga bisa kejar sampai ke A. Ya, walau cukup berat kriterianya karena profesor harus ada disetiap fakultas," katanya.

Amarullah menambahkan, ia akan menjadikan kampus yang saat ini tersedia 29 program studi tersebut berkemajuan, islami, berdaya saing serta go internasional.

"Demi meningkatkan layanan pendidikan yang berkualitas khususnya akan menjadi kebanggaan bagi Kota Tangerang, sehingga kota ini akan terangkat ke tingkat internasional karena kita sudah sejak lama terus membangun go internasional," pungkasnya.(RAZ/RGI)

KOTA TANGERANG
Percepat Penataan Kawasan Pasar Anyar, Pemkot Tangerang Bagikan Kupon Relokasi ke 273 Pedagang

Percepat Penataan Kawasan Pasar Anyar, Pemkot Tangerang Bagikan Kupon Relokasi ke 273 Pedagang

Senin, 2 November 2026 | 18:01

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melakukan langkah jemput bola dengan membagikan kupon lapak relokasi kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang beraktivitas di Jalan Kiasnawi dan Jalan Ahmad Yani, Kota Tangerang.

OPINI
Membaca APBN dari Tubuh Perempuan

Membaca APBN dari Tubuh Perempuan

Senin, 2 November 2026 | 17:31

Perdebatan mengenai pajak pembalut sesungguhnya bukan sekadar persoalan berapa rupiah yang harus dibayarkan perempuan ketika membeli kebutuhan menstruasi. Di balik transaksi kecil di pasar dan toko kelontong itu tersimpan persoalan besar

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill