Pemkot Tangsel Salurkan Hampir 1 Juta Liter Air ke Warga Terdampak Kekeringan
Sabtu, 12 September 2026 | 17:08
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menggencarkan langkah antisipasi dan penanganan darurat bencana di wilayahnya.
TANGERANGNEWS.com—Polisi mengungkap penyebab kecelakaan beruntun bus rombongan jemaah calon haji di tol Tangerang-Jakarta, Kamis (1/8/2019).
Kanit Laka Satlantas Polres Metro Tangerang Kota AKP Isa Anshori mengatakan tabrakan beruntun yang terjadi pukul 15.30 WIB itu melibatkan enam unit kendaraan jenis bus dan mini bus.
"Penyebabnya, kendaraan yang paling depan mengurangi kecepatan karena di depannya macet, kemudian ditabrak kendaraan bus yang diduga tidak bisa mengendalikan kecepatannya," ujar Isa kepada TangerangNews.
Isa menjelaskan, Inova bernopol A-1019-ZQ yang berada di barisan paling utama dalam iring-iringan kendaraan mengurangi kecepatannya di lajur cepat.
Lalu, Kijang Inova bernopol B-2969-TUQ yang melaju di belakangnya juga mengurangi kecepatan, diikuti dinas patwal.
Baca Juga :
Namun, mobil dinas itu ditabrak bus rombongan jemaah calon haji bernopol A-2801-A dari belakang karena tidak dapat mengendalikan kecepatannya.
Tabrakan itu pula disusul Suzuki APV bernopol A-1884-R yang membuntuti bus dari belakang.
Isa mengatakan, tidak ada korban jiwa maupun luka akibat peristiwa kecelakaan beruntun tersebut.
Kendati demikian, body depan-belakang tiga unit kendaraan yang terlibat kecelakaan rusak.
"Korban nihil hanya kerugian materi saja," ucapnya.
Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tangerang Dedi Mahfudin menuturkan, bus rombongan calon jemaah yang kecelakaan itu berasal dari Cilegon.
Ia menyebut rombongan yang hendak menuju Asrama Haji Pondok Gede ini tetap melanjutkan perjalannya.
"Yang jelas perjalanan dilanjutkan karena kondisi jemaahnya tidak apa-apa. Info terbaru sekarang mereka sudah tiba di Asrama," katanya.(RMI/HRU)
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menggencarkan langkah antisipasi dan penanganan darurat bencana di wilayahnya.
TODAY TAGPLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.
Pertumbuhan ekosistem digital yang semakin besar sering kali menciptakan tantangan baru, terutama dalam menjaga konektivitas, interaksi, dan peluang kolaborasi antarperusahaan agar berjalan beriringan.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews