Makan Puas Kuliner Asia Rp188 Ribu, Ada Sushi dan Peking Duck di VIVERE Hotel
Selasa, 15 September 2026 | 14:46
VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan pilihan makan siang akhir pekan melalui program “All Around Asia” di Yin & Yum All Day Dining.
TANGERANGNEWS.com—Menjelang Hari Raya Idul Adha 2019, harga cabai di Kota Tangerang semakin melonjak. Seperti cabai rawit merah, misalnya, saat ini harga per kilogramnya tembus Rp90 ribu.
Tingginya harga cabai tersebut terjadi di pasar-pasar tradisional Kota Tangerang, yaitu Pasar Anyar dan Pasar Malabar.
Menurut Kepala Seksi Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang Endang S Sumaryati, harga cabai merah naik signifikan sejak Juni-Agustus 2019.
Berdasarkan data, harga semula Rp30 ribu per kilogram, kemudian naik Rp70 ribu per kilogram. "Di Pasar Malabar kini harganya telah mencapai Rp90 ribu," ujarnya, Selasa (6/8/2019).
Endang mengatakan, penyebab utama kenaikan harga cabai rawit adalah tingginya harga yang dipatok oleh pemasok cabai asal Jawa dan Sumatera.
Baca Juga :
Terlebih, kemarau panjang menjadi faktor lain tingginya harga cabai rawit merah.
Endang menuturkan, Pemerintah Kota Tangerang berupaya mendendalikan distribusi dan harga pangan termasuk cabai tersebut.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang Abduh Surahman mengatakan seluruh hasil pendataan akan disampaikan ke Wali Kota Tangerang untuk kebijakan lebih lanjut.
"Kita akan segera rapat terkait masalah ini untuk mengambil langkah selanjutnya," pungkasnya.(RMIHRU)
VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan pilihan makan siang akhir pekan melalui program “All Around Asia” di Yin & Yum All Day Dining.
TODAY TAGMultimedia Nusantara School (MNS), sekolah berbasis teknologi dan karakter di bawah naungan Yayasan Multimedia Nusantara (YMN) serta Kompas Gramedia Group, resmi menyelesaikan pembangunan struktur utama Gedung High School di kawasan Gading Serpong
Antusiasme orangtua untuk menyekolahkan anaknya di Syafana Islamic School terbilang tinggi. Hingga Open Day tahun ajaran 2027-2028 digelar, hampir 1.000 calon siswa telah mendaftarkan diri secara online.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews