Connect With Us

Netizen Komentari Labelisasi Keluarga Miskin di Tangerang

Achmad Irfan Fauzi | Minggu, 8 September 2019 | 23:23

| Dibaca : 3910

Plt Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Suli Rosadi melabeli tembok rumah KPM yang sudah mampu tetapi masih mengaku miskin di Neglasari, Kota Tangerang. Labelisasi dilakukan agar KPM sadar sehingga bantuan tepat sasaran. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

TANGERANGNEWS.com—Penerapan labelisasi Keluarga Miskin yang dilakukan Dinas Sosial Kota Tangerang dengan sasaran rumah-rumah keluarga penerima manfaat (KPM), yang kondisinya sudah mampu tapi masih mengaku miskin dikomentari netizen atau warganet.

Beragam komentar ihwal labelisasi Keluarga Miskin dengan tujuan penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kota Tangerang tepat sasaran itu, diutarakan para netizen dalam laman Facebook TangerangNews.

Seperti yang disampaikan Ricky Aris Lesmana. Menurutnya, pemerintah tidak perlu repot-repot dalam memutus bantuan bagi para KPM yang sudah mapan tetapi masih mengaku miskin.

BACA JUGA:

"Ya, kalau sudah ketahuan nggak miskin tinggal cabut ajalah bantuannya. Gitu aja kok repot. Ngapain pakai segala dilabelin warga miskin tapi bantuan tetap dapat," tulis Ricky Aris Lesmana, seperti dikutip TangerangNews pada Minggu (8/9/2019).

Sementara Pasoendan Perdana dalam akunnya menyebut tidak aneh melihat fenomena warga dengan kondisi ekonomi tercukupi, tapi ngaku miskin.

"Sudah gak aneh orang mampu ngaku miskin karena mentalnya yang miskin. Miskin sikap empati dan peduli. Semoga miskin beneran," jelasnya.

Selain itu, Anwar Jiwatama juga turut mencibir. Menurutnya, Dinas Sosial Kota Tangerang juga harus bertindak tegas terhadap oknum-oknum yang tidak sesuai dalam menyalurkan bantuan.

"Lucu saya melihatnya. Kalau memang mau memperjuangkan nasib orang miskin bukan cuma dilabel doang. Terus telusuri siapa yang memberi atau yang mendata, pecat dan adili. Cabut subsidi yang salah sasaran. Kalau cuma sampai di situ mah nggak ada efek jeranya," kata Anwar Jiwatama.

Sedangkan Hadi Noer Alesana dalam komentarnya juga menyampaikan bahwa pemerintah harus memiliki strategi dalam melakukan pendampingan kepada para KPM untuk mengatur keuangannya.

"Yang dibutuhkan cara mengelola keuangan, di sini banyak yang punya kontrakan warisan, tapi gak bisa mengatur keuangannya. Alhasil tiap bulan selalu kekurangan karena kebutuhan lebih besar dari pemasukan," tutur Hadi Noer Alesana.

Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Suli Rosadi mengatakan, cukup banyak pelaporan kepada pihaknya ihwal warga di Kota Tangerang yang ekonominya sudah mampu, tetapi masih mengaku miskin.

Motifnya, agar tetap terdata menjadi KPM, sehingga bantuan dari PKH dan BPNT terus mengalir.

"Jadi, banyak informasi kepada kami bahwa bantuan pemerintah tidak tepat sasaran. Akhirnya kami lakukan langkah dengan mendatangi rumah orang-orang yang memang tidak tepat sasaran," ujarnya kepada TangerangNews, di kantor Dinas Sosial Kota Tangerang, Kamis (5/9/2019).

Labelisasi untuk menandai Keluarga Miskin yang akan berlanjut ke rumah-rumah KPM yang notabene nakal, karena masih ingin mendapat bantuan walau ekonomi sudah mapan.

Dengan melabelisasi rumah Warga Miskin ini, Suli berharap, para KPM sadar jika ekonominya sudah mampu meskipun tidak dibantu pemerintah, sehingga bantuan PKH dan BPNT dari Kementerian Sosial ini tepat sasaran.

"Saya mengimbau kepada masyarakat yang mengaku dirinya miskin tapi mampu segera graduasi sukarela supaya bantuan disalurkan kepada orang-orang yang memang membutuhkan," tuturnya.(RAZ/RGI)

BANDARA
Bea Cukai Bandara Soetta Musnahkan Ratusan Cerutu & MMEA Ilegal

Bea Cukai Bandara Soetta Musnahkan Ratusan Cerutu & MMEA Ilegal

Selasa, 7 Januari 2020 | 21:27

TANGERANGNEWS.com-Petugas Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta memusnahkan 520 batang cerutu dan 294 botol

OPINI
Merawat Integritas

Merawat Integritas

Minggu, 19 Januari 2020 | 12:59

Komisi Pemilihan Umum (KPU) adalah salah satu Lembaga negara yang menyelenggarakan pemilihan umum di Indonesia. KPU bersifat nasional, mandiri

AYO! TANGERANG CERDAS
ISWAM 2019, Dorong Wisata Kesehatan Indonesia Saingi Korsel

ISWAM 2019, Dorong Wisata Kesehatan Indonesia Saingi Korsel

Minggu, 8 Desember 2019 | 12:26

TANGERANGNEWS.com-International Seminar and Workshop in Aesthetic Medicine (ISWAM) menggelar hari jadinya yang ke 10 tahun di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Sabtu (7/12/2019).

PROPERTI
Terbitnya Permen PUPR tentang P3SRS Bikin Penghuni Menjerit

Terbitnya Permen PUPR tentang P3SRS Bikin Penghuni Menjerit

Selasa, 26 November 2019 | 17:00

TANGERANGNEWS.com-Terbitnya Peraturan Menteri (Permen) PUPR No 23 tahun 2019 tentang Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) masih menjadi polemik. Sejumlah penghuni apartemen mengungkapkan

"Jangan hanya membicarakan rencana anda kepada orang lain. Tunjukkan pada mereka keberhasilan Anda. "

Mahesh Jerri