Connect With Us

Mediasi Deadlock, 3 Ribu Buruh Tangerang Akan Kepung Distributor Gudang Garam

Achmad Irfan Fauzi | Selasa, 5 November 2019 | 17:35

Ketua DPD KSPSI Provinsi Banten Dedi Sudrajat bersama timnya saat jumpa pers terkait aksi demo lanjutan di PT Surya Madistrindo di Jatiuwung, Kota Tangerang. (TangerangNews/2019 / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com—Ribuan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Provinsi Banten akan menggelar aksi unjuk rasa di kantor distributor produk Gudang Garam.

Massa akan mengepung kantor PT Surya Madistrindo di Jatiuwung, Kota Tangerang selama lima hari berturut-turut, pada 11-15 November 2019.

Aksi digelar karena 14 pekerja di perusahaan itu dimutasi ke berbagai daerah. Buruh menyebut mutasi sebagai upaya pemberangusan serikat.

Ketua DPD KSPSI Provinsi Banten Dedi Sudrajat mengatakan, aksi tersebut sebagai unjuk rasa lanjutan. Sebab, mediasi antara KSPSI dengan anak perusahaan PT Gudang Garam itu deadlock.

Terlebih, perusahaan memutuskan tetap memutasi 14 pekerjanya—pengurus serikat yang organisasinya baru terbentuk dua bulan terakhir—ke berbagai daerah di Indonesia.

Dedi menilai, perusahaan itu melanggar Undang-undang No 21/2000 tentang Serikat Pekerja, karena menghalang-halangi pembentukan serikat, salah satunya dengan cara mutasi pengurus serikat.

Baca Juga :

 

"Aksi nanti sebetulnya bentuk kekecewaan kami semua. Karena berserikat ini demi keharmonisan. Membangun perusahaan bersama-sama. Karyawan bisa melihat hak-haknya. Tapi malah diberangus lewat cara lama, mutasi," jelasnya dalam jumpa pers di Sekretariat KSPSI, Cikokol, Kota Tangerang, Selasa (5/11/2019).

Aksi yang digelar selama lima hari berturut-turut ini melibatkan 304 Pimpinan Unit Kerja (PUK) KSPSI se-Provinsi Banten. Dedi menyatakan, ribuan buruh diestimasi akan turun ke jalan dalam aksi solidaritas mengepung kantor distributor produk Gudang Garam ini.

Tuntutan aksi ini, buruh menuntut perusahaan untuk membatalkan keputusan mutasi terhadap seluruh pengurus serikat itu. Mereka juga mendesak dihapusnya segala bentuk intimidasi dan kampanye anti pembentukan serikat pekerja. 

"Pemberitahuan ke polisi minimal tiga ribu orang akan diturunkan. Jika nanti tidak ada tanggapan serius, aksi kami lakukan selama seminggu," ungkapnya.

Bahkan, kata Dedi, pihaknya akan menggelar posko perjuangan di kantor PT Surya Madistrindo. Selain itu, jika tidak diindahkan, buruh juga akan menggeruduk kantor pusat PT Gudang Garam, di Jakarta dengan melibatkan lima ribu massa.

"Kami juga tak main-main. Seluruh anggota KSPSI se-nasional pun akan memboikot produk Gudang Garam. Ada tujuh juta anggota KSPSI. Bayangkan," tegasnya.

Sebelumnya, Area Ritel Manajer PT Surya Madistrindo, Rusdi Sakam mengungkapkan, terdapat 20 pekerja yang akan dimutasi perusahaan ke berbagai daerah.

Ia juga membantah mutasi pekerja itu upaya perusahaan untuk memberangus serikat pekerja.

Menurutnya, mutasi adalah hal biasa untuk revitalisasi organisasi di lingkungan perusahaan distributor Gudang Garam ini.

"Terkait bahasa kita anti serikat, ya, tidak. Karena teman-teman boleh buktikan bahwa kita mengakomodir semua serikat pekerja, bukan hanya satu bahkan bisa belasan menaungi semua pekerja yang ada di Gudang Garam," katanya, Kamis (31/10/2019).(RMI/HRU)

MANCANEGARA
Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51

Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.

NASIONAL
Listrik Padam Bergilir, Soal Kompensasi Pelanggan Bahlil Minta Ditanyakan ke PLN

Listrik Padam Bergilir, Soal Kompensasi Pelanggan Bahlil Minta Ditanyakan ke PLN

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:37

Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah daerah dalam beberapa hari terakhir memunculkan pertanyaan mengenai kompensasi bagi pelanggan yang terdampak.

TANGSEL
Pemkot Tangsel Bakal Gunakan AI untuk Layanan Pengaduan 24 Jam hingga Pemetaan Penyakit

Pemkot Tangsel Bakal Gunakan AI untuk Layanan Pengaduan 24 Jam hingga Pemetaan Penyakit

Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:15

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) mulai mengarahkan aparatur sipil negara (ASN) di wilayahnya untuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill