Andra Soni Dorong Pengusaha Muda Manfaatkan Peluang dari Program MBG
Kamis, 7 Mei 2026 | 16:16
Gubernur Banten Andra Soni mendorong para pengusaha muda untuk menangkap peluang besar dari program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
TANGERANGNEWS.com—Diki Wahyudi, 21, pemuda yang tenggelam di sungai Cisadane, Kota Tangerang berhasil ditemukan Tim SAR Gabungan, Jumat (8/11/2019). Korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.
“Korban telah ditemukan tak bernyawa pada radius 500 meter dari lokasi kejadian," ujar Hendra Sudirman, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta selaku SAR Mission Coordinator (SMC) pada operasi SAR.

Korban ditemukan setelah petugas gabungan yang berjumlah 100 personel ini melakukan pencarian pada hari kedua.
Pencarian terbagi dalam tiga area. Pertama petugas melakukan penyelaman di sekitar lokasi kejadian.
Lalu, petugas melakukan penyisiran dengan menggunakan Rubber boat dari lokasi kejadian sampai Pintu Air Sepuluh hingga radius 500 meter.
Baca Juga :
Sedangkan untuk pencarian ketiga dilakukan dengan pemantauan visual pada jalur darat dari lokasi kejadian sampai Pintu Air Sepuluh.
"Saya mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya korban," ucapnya.
Dengan ditemukannya korban operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Korban pun sudah dibawa ke rumah duka di belakang Pergudangan Vivo, Neglasari, Kota Tangerang.
Diki sebelumya berenang di Kali Cisadane, Kelurahan Karang Sari, Kecamatan Neglasari, Tangerang, pada Kamis (7/11/2019) bersama kedua temannya hingga akhirnya korban mengalami keram dan kelelahan.
Kedua rekan korban sempat meraih tangannya namun terlepas dan akhirnya korban pun tenggelam.(RMI/HRU)
Gubernur Banten Andra Soni mendorong para pengusaha muda untuk menangkap peluang besar dari program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
TODAY TAGWali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menargetkan sebanyak 329 unit rumah warga akan dibedah sepanjang 2026. Jumlah tersebut berdasarkan hasil seleksi dari tingkat urgensi di lapangan.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan mengevaluasi sejumlah jurusan di sekolah menengah kejuruan (SMK) yang dinilai sudah tidak lagi sebanding dengan kebutuhan dunia kerja.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews