Camat Jatiuwung Ajak 6 Perusahaan Bedah 4 Rumah Warga Senilai Rp 200 Juta
Jumat, 9 Oktober 2026 | 21:12
Percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
TANGERANGNEWS.com–Daging sapi oplosan daging babi yang dijual pelaku berinisial AD, 41, di Pasar Bengkok, Pinang, Kota Tangerang sudah diedarkan sejak tiga bulan yang lalu.
"Sudah sejak Maret," kata AD dalam konferensi pers di Mapolres Metro Tangerang Kota, Senin (18/5/2020).
AD mendapatkan daging babi dengan membeli dari penyuplai berinisial RT asal Palembang seharga Rp30 ribu perkilo.
"(Belinya) sendiri nyari yang harga murah," katanya.
Baca Juga :
Adapun harga daging campuran sapi dengan babi dijual AD Rp70 ribu per kilogramnya. Sedangkan daging sapi asli diketahui harga pasaran perkilo Rp120 ribu.
Dalam sehari, pelaku mampu menjual daging oplosan ini sebanyak 25 kilogram. Pelaku mengaku tidak memiliki pelanggan.
"Kalau pelanggan mau yang murah saya kasih ini (daging oplosan). Saya bilang kalau daging ini daging impor," ungkapnya.
Motif pelaku mengoplos penjualan daging ini demi mendapat keuntungan. Selama tiga bulan beraksi pun pelaku telah mendapatkan keuntungan puluhan juta rupiah.
"Keuntungannya sudah ada Rp20 juta," pungkasnya. (RMI/RAC)
TODAY TAGPercepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Memasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews