Atasi Pencemaran, KLH Tuang 10 Ribu Liter Eco Enzyme ke Anak Sungai Ciadane
Senin, 9 Maret 2026 | 22:52
Sebanyak 10.000 liter eco enzyme dituang ke aliran Sungai Jeletreng, anak Sungai Cisadane yang berlokasi di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
TANGERANGNEWS.com–DPD KNPI Kota Tangerang meminta kepolisian untuk mengusut tuntas kasus rentetan penembakan misterius di tiga lokasi di Kota Tangerang pada akhir pekan ini.
Dalam kasus tersebut, dua pemuda menjadi korban penembakan, yakni Ikhsan dan Ozi, 18. Sementara Ikhsan sendiri merupakan kader SAPMA PP Kota Tangerang yang berhimpun di DPD KNPI Kota Tangerang.
Ketua KNPI Kota Tangerang Uis Adi Dermawan menyampaikan pihaknya mengutuk keras dan sangat mengecam aksi penembakan misterius yang dialami dua korban.
"Pihak kepolisian dalam hal ini, Polres Metro Tangerang Kota dan Polsek Tangerang harus serius mengusut tuntas kasus penembakan tersebut. Apalagi peristiwa itu terjadi di hari yang sama, TKP yang berdekatan dan jarak waktu yang berselang sekitar 90 menit," kata Uis, Minggu (7/6/2020).
Baca Juga :
Menurutnya, aparat kepolisian juga diharapkan dapat memaksimalkan Bhabinkantibmas untuk cegah kejahatan di tengah pandemi COVID-19 ini.
"Jangan sampai menunggu jatuh korban lagi dan sudah menjadi tupoksi kepolisian dalam memberikan keamanan dan kenyamanan serta kondusifitas Kota Tangerang," ucap Uis.
Dia juga meminta kepada pihak RSUD Kabupaten Tangerang untuk dapat memberikan perhatian lebih dalam menangani pasien korban penembakan.
"Sampai saat ini pihak rumah sakit belum memberikan kepastian kapan korban dioperasi, padahal posisi peluru masih didalam tubuh yang dikhawatirkan dapat membahayakan ketahanan tubuh pasien," pungkasnya. (RAZ/RAC)
Sebanyak 10.000 liter eco enzyme dituang ke aliran Sungai Jeletreng, anak Sungai Cisadane yang berlokasi di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
TODAY TAGKetegangan di Timur Tengah kembali memasuki fase paling berbahaya ketika serangan udara terkoordinasi yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel diarahkan ke target strategis di Iran.
Kabar duka datang dari dunia musik Indonesia. Penyanyi Vidi Aldiano dikabarkan meninggal dunia pada usia 35 tahun. Informasi tersebut disampaikan sejumlah musisi Tanah Air melalui media sosial pada Sabtu, 7 Maret 2026, dikutip dari Kompas.
Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews