Almarhum Co pilot Sriwijaya Air, Diego Mamahit saat berswa foto bersama kapten pilot di Kokpit atau Flight Deck. (@TangerangNews / Istimewa)
TANGERANGNEWS.com-Kediaman Co Pilot Sriwijaya Air Diego Mamahit di Perumahan Magnolia Park, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang terlihat sepi, Minggu (10/1/2021) siang.
Istri dan anaknya yang masih berusia tiga tahun telah dijemput keluarga besar pada Sabtu (9/1/2021) malam, untuk berangkat menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta dan Rumah Sakit Kramat Jati, Jakarta.
Di mata tetangga, Co Pilot Sriwijaya Air, Diego Mamahit dikenal sebagai sosok yang ramah dan kerap berinteraksi dengan tetangga di kala lepas tugas.
Dia terakhir kali terlihat dijemput pihak maskapai pada Sabtu sekitar pukul 10.00 WIB. Tetangga menganggapnya untuk keperluan pendidikan.
"Karena setiap hendak tugas, biasanya pihak maskapai menjemput dia pada pagi hari," kata Stephanus, tetangga korban.
Dia mengaku mengetahui Diego menjadi korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak, setelah mendengar cerita keluarga korban.
"Istri korban ditelpon pihak maskapai jika suaminya masuk dalam manifest," tambahnya.
Hingga kini, belum ada persiapan khusus di kediaman korban. Warga sekitar pun masih menunggu kepastian proses pencarian dan kedatangan keluarga. (RAZ/RAC)
Dampak kemarau panjang yang telah berlangsung selama enam bulan terakhir membuat warga Desa Cukanggalih, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, mengalami krisis air bersih yang parah.
Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.