Connect With Us

Air Masuk Subuh, Rumah Warga Selapajang Tangerang Banjir

Achmad Irfan Fauzi | Kamis, 21 Januari 2021 | 06:10

Banjir di wilayah Kelurahan Selapajang, Kota Tangerang, Kamis (21/1/2021). (Istimewa / TangerangNews.com@2021)

TANGERANGNEWS.com-Sejumlah wilayah di Kota Tangerang, Banten terendam banjir akibat hujan deras yang terus terjadi pada Kamis (21/1/2021) dini hari.  

Salah satunya di wilayah Selapajang, Kota Tangerang yang selama ini bisa dikatakan jarang terjadi kebanjiran.  Ketinggian air dikatakan warga Kelurahan Selapajang RT 5/4 Kota Tangerang mencapai sepaha orang dewasa. 

Baca Juga :

“Tinggi sekali ini, memang tidak seperti awal tahun baru yang mencapai sepinggang orang dewasa, kali ini sepaha. Tapi ini hujan kan terus turun, kami sangat khawatir tolong informasikan kepada Pemerintah Daerah,” ujar @daylami_02 kepada TangerangNews.com, Kamis (21/1/2021) pagi. 

 

 

 

 

 

MANCANEGARA
Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51

Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.

HIBURAN
3 Festival Ini Digelar di Kota Tangerang Sepanjang Juli 2026

3 Festival Ini Digelar di Kota Tangerang Sepanjang Juli 2026

Jumat, 3 Juli 2026 | 16:36

Bulan Juli 2026, Kota Tangerang akan diramaikan dengan tiga event akbar yakni Festival Cisadane, Festival Kali Sabi, dan Halal Fest 2.

WISATA
Perahu Keramat Berusia Ratusan Tahun Dimandikan di Festival Peh Cun Tangerang

Perahu Keramat Berusia Ratusan Tahun Dimandikan di Festival Peh Cun Tangerang

Jumat, 19 Juni 2026 | 14:05

Ribuan pengunjung dari berbagai daerah memadati Klenteng Koet Goan Bio (Mpeh Peh Cun) Karawaci, Kota Tangerang. Mereka hadir untuk menyaksikan langsung kemeriahan Festival Budaya Pertjon (Peh Cun), sebuah tradisi khas warga Cina Benteng

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill