Tagih Uang Jual Rumah, Anak Angkat Habisi Ibu dengan Balok dan Hebel di Sepatan Tangerang
Minggu, 18 Januari 2026 | 23:42
Tragedi memilukan mengguncang warga Gang Mushala, Kampung Kelor, Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang.
TANGERANGNEWS.com-Satu rumah yang berdiri di Jalan Maulana Hasanuddin, di Poris, Batuceper, Kota Tangerang terhitung sudah 14 tahun menghalangi jalan. Rumah tersebut rencananya dieksekusi untuk pelebaran jalan. Sebab, di jalan yang berdekatan dengan Stasiun Poris tersebut kerap dilanda kemacetan.
Sementara posisi rumah yang menjorok sendirian ke tengah jalan itu makin menambah ruwet saat lalu lintas sedang padat. Netizen merekam video tersebut dan mengirimkannya melalui akun IG TangerangNewscom. “Masih ada min, rumah di tengah Jalan Maulana Hasanuddin, Poris, Cipondoh, Kota Tangerang, Sabtu (29/5/2021),” tulis @cmmaknun.
Baca Juga :
Ada yang mengamati video tersebut dan memberikan komentar. “Heran gw ama ini bangunan hampir stengah jalan di makan,” tulis @sanusi95sahroni. Selain itu juga ada yang mengatakan. “Dari dulu nih.....apa yg punyanya gak malu yaa ngganggu banyak org?” ujar @lianajunaidi. Lebih sadis lagi ada yang julid dengan Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah. “Wali Kota-nya cemen,” tulis @st_john168 di kolom komentar.
Kabid Tata Ruang Dinas PUPR Kota Tangerang Fahri Yudi pada saat dikonfirmasi TangerangNews.com Jumat 3 Juli 2020 kala itu mengatakan, rencana eksekusi rumah itu masih terkendala status kepemilikannya. Sehingga, setelah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk warga yang mengeklaim pemilik rumah itu, Pemkot Tangerang menitipkan prosesnya melalui pengadilan.
Fahri mengatakan pihaknya masih menunggu keputusan dari pengadilan. "Jadi, apapun keputusan dari pengadilan akan kami laksanakan. Semoga prosesnya bisa cepat dan lancar," katanya.
Tragedi memilukan mengguncang warga Gang Mushala, Kampung Kelor, Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang.
TODAY TAGWarga Jalan Wiru Indah, Kelurahan Parung Serab, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, dibuat panik oleh aksi seorang pemuda yang mengamuk sambil membawa senjata tajam pada Minggu, 18 Januari 2026, dini hari.
Komisi VII DPR RI memberikan teguran terkait masalah banjir, kemacetan hingga delay penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. Masalah klasik ini dinilai dapat menghambat kemajuan pariwisata Indonesia.
Kematian di Gaza tak hanya datang dari peluru dan bom. Seorang pria dan seorang anak meregang nyawa akibat runtuhnya bangunan karena cuaca ekstrem. Hingga kini, total 19 korban tewas akibat tertimbun puing telah dibawa ke rumah sakit.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews