Connect With Us

Begini Pesan Jokowi Pada Masyarakat Penerima Sertifikat Tanah di Tangerang

Yudi Adiyatna | Rabu, 11 Oktober 2017 | 18:00

Presiden Jokowi saat memberikan arahan dalam kegiatan Penyerahan Sertifikat Tanah Untuk Rakyat Se-Tangerang Raya, Rabu (11/10/2017). (@TangerangNews2017 / Yudi Adiyatna)

TANGERANGNEWS.com-Pada momen pembagian sertifikat Tanah Bagi Rakyat Tangerang Raya di Lapangan Muncul, Setu Kota Tangsel , siang tadi
Presiden Jokowi sempat menitipkan pesannya bagi para warga penerima Sertifikat Tanah Gratis dari Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) tersebut.

Presiden  berpesan agar masyarakat penerima serifikat tanah  memperhatikan beberapa hal terhadap Sertifikat tanah yang sudah diperolehnya. Salah satunya yakni masyarakat diminta  segera memfotocopy sertifikat tanah yang sudah dimiliki agar ketika hilang punya bukti dan mudah untuk membuatnya kembali.

BACA JUGA : Jokowi Bagikan 10.100 Sertifikat Tanah untuk Warga Tangerang Raya

"Saya titip beri plastik kalau sudah dipegang (sertifikatnya)  jangan lupa di fotocopy.  Takut kalau hilang nanti ada salinan foto copy sehingga tinggal datang ke kantor BPN bisa membuat sertifikat baru kembali," jelas Presiden Jokowi

Selain itu,  mengetahui kebiasaan   masyarakat Indonesia ketika memiliki sertifikat tanah akan 'disekolahkan 'atau digadaikan ke Bank.

Jokowi berpesan agar masyarakat  tetap mawas diri agar kepemilikan Sertifikat tersebut tidak disalahgunakan untuk hal-hal konsumtif dan justru malah menjadi beban bagi masyarakat.

BACA JUGA : Warga Tangsel Antusias Sambut Presiden Jokowi

Jokowi memang tidak melarang kalau ada sertifikat yang  diagunkan untuk jaminan kredit, akan tetapi kalau pinjam bank harus hati - hati dan cek dulu bunga dan kalkulasi.

" Saya tahu kalo sudah jadi Sertifikat ini pasti mau disekolahkan. Engga apa-apa silahkan, mau dipakai agunan. Saya titip kalo mau pinjem bank itu hati-hati bunganya berapa,kalkulasi nya, jangan dimasukkan ke bank (jika tak sanggup bayar). Saya titip hati-hati," ungkap Presiden.(DBI/HRU)

OPINI
Puan Maharani Minta Evaluasi Sekolah Sepi Murid: Cermin Ketimpangan Akses dan Mutu Pendidikan

Puan Maharani Minta Evaluasi Sekolah Sepi Murid: Cermin Ketimpangan Akses dan Mutu Pendidikan

Minggu, 19 Juli 2026 | 22:26

Bangku-bangku kosong di ruang kelas sekolah negeri kini bukan lagi pemandangan yang hanya ditemukan di daerah terpencil. Fenomena tersebut mulai terjadi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk kota-kota yang selama ini dikenal memiliki akses

KAB. TANGERANG
Polresta Tangerang Larang Konvoi Usai Final Piala Dunia 2026, Warga Diminta Langsung Pulang

Polresta Tangerang Larang Konvoi Usai Final Piala Dunia 2026, Warga Diminta Langsung Pulang

Senin, 20 Juli 2026 | 01:00

Polresta Tangerang mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan konvoi maupun arak-arakan kendaraan setelah menyaksikan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina pada Senin, 20 Juli 2026, dini hari.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

TANGSEL
Waspada Paket COD Bodong, Tukang Cukur di Tangsel Ditipu Ratusan Ribu Rupiah

Waspada Paket COD Bodong, Tukang Cukur di Tangsel Ditipu Ratusan Ribu Rupiah

Jumat, 17 Juli 2026 | 20:17

Peristiwa dugaan penipuan dengan modus paket Cash on Delivery (COD) terjadi di Jalan Menjangan Raya, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, pada Rabu 15 Juli 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill