Connect With Us

Jalan Siliwangi Tangsel Masih Semerawut

Denny Bagus Irawan | Kamis, 20 Agustus 2015 | 17:55

Sebuah truk pengakut air dalam kemasan terperosok lubang Jalan Raya Siliwangi di Kota Tangsel (Dira Derby / Tangerangnews)

TANGERANG SELATAN-Jalan Raya Siliwangi di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih semerawut dan macet. Pantauan di lokasi pada Kamis (20/8) kondisi jalan tak banyak berubah,  selain banyak lubang juga bahkan yang terlihat bongkahan bekas puing-puing menggunung di setiap tepi jalan tersebut.

Saat melintasi jalan itu, terlihat sebuah truk yang memuat air kemasan terperosok ke dalam lubang hingga muatannya terjatuh.  Kondisi ini pun tak pelak mendapat komentar negatif dari para pengguna jalan.

“Saya bingung kok enggak beres-beres jalan ini masih saja rusak dari dulu. Paling capek lewat jalan sini,” ujar Adi seorang pengendara yang juga warga Bintaro saat ditanya di lokasi jalan itu.

Sementara itu, Retno Prawati Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Tangsel menjelaskan, jalan yang menjadi kewenangan Provinsi Banten itu telah diserahkan kewenangannya kepada  sang perusahaan pemenang tender, yakni PT Berantas Abipraya sejak 22 Mei 2015 sampai November 2016. [Perbaiki Jalan & Benahi Banjir, Dinas Bina Marga Tangsel Anggarkan Rp106 Miliar]

Namun, pemenang tender sedang memobilsasi, seperti mengukur jalan dan sebagaimana ditulis dalam kontrak.  

“Memang belum diperbaiki, mereka sebetulnya mereka sudah jalan, tetapi saat ini sedang menyamakan lagi ukuran sebagaimana dalam kontrak. Mereka juga kerja tetapi malam, karena dibawah jalan kan banyak kabel .” ujar Retno.

Dijelaskan dia, berdasarkan kontrak PT Berantas Abipraya mendapat pekerjaan mempebaiki jalan tersebut senilai Rp142,9 miliar. Mereka mendapat kewenangan pekerjaan multiyears itu sejak 22 Mei 2015-November 2016, dengan panjang jalan 10,1 Km sejak dari perempatan Muncul sampai dengan perempatan Gaplek.

Adapun jalan yang saat ini lebarnya sekitar 8 meter itu akan dilebarkan menjadi 20 meter.

[Jalan Siliwangi Pamulang Kapan Selesai Diperbaiki?]

“Jadi kita bulan lempar-lemparan sama provinsi, tetapi saat inisudah  menjadi tanggung jawab mereka (PT Berantas Abipraya),” tuturnya.

Persoalan adanya puing-puing ditepi jalan yang berlubang itu, Retno mengakui memang sempat menjadi persoalan. Kaena, pemenang tender bingung harus membuangnya dimana bongkahan tersebut.  Namun, saat ini sudah ada jalan keluarnya, yakni membuangnya di Taman Kota BSD.

“Memang sempat menjadi kendala buat mereka (PT Berantas Abipraya). Tetapi sudah bisa ditampung diproyek Tata Kota yang ada di Taman Kota,” terangnya.

Ditanya seputar kendala keuangan, Retno mengaku pemenang tender itu mengaku tak ada persoalan dengan keuangan. Sebab, kata dia, pihaknya pernah bertanya, karena memang pemerinta baru memberikan anggaran Rp7,5 miliar pada APBD murni 2015 ini.

“Kita sudah tanya, tapi kata mereka bukan soal uang. Meski begitu nanti di anggaran perubahan kita tambah Rp50 miliar dengan target penyelesaian jika ditambah ABT tingkat pekerjaan selesai 30 persen,” tuturnya.

BANTEN
Makna dan Filosofi Si Juhan, Maskot HPN 2026 Banten 

Makna dan Filosofi Si Juhan, Maskot HPN 2026 Banten 

Selasa, 3 Februari 2026 | 08:52

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memperkenalkan Si Juhan sebagai maskot Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Maskot ini merepresentasikan nilai, karakter, dan semangat jurnalisme yang ingin ditampilkan pada HPN 2026 di Banten.

BANDARA
Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Jumat, 16 Januari 2026 | 22:13

Komisi VII DPR RI memberikan teguran terkait masalah banjir, kemacetan hingga delay penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. Masalah klasik ini dinilai dapat menghambat kemajuan pariwisata Indonesia.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill