Sinar Mas Land Hadirkan Hunian Sekaligus Tempat Usaha Seharga Rp1,9 Miliar
Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:00
Permintaan terhadap hunian dan ruang komersial berkonsep loft di wilayah Bogor terus menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat.
TANGERANGNEWS.com- Dua minggu kasus pembacokan dan pembunuhan secara sadis terhadap nenek Ellih ,73 tahun yang tewas di Posko Ormas Pemuda Pancasila (PP) di Lengkong Karya, Serpong Utara,Minggu (13/8/2017) lalu masih menjadi teka-teki.
Hingga kini pihak kepolisian belum dapat memastikan siapa orang yang tega melakukan tindakan mutilasi terhadap perempuan renta yang sehari-hari mendiami posko ormas Pemuda Pancasila tersebut.
"Masih belum dilakukan penangkapan terhadap pelaku," ujar Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Alexander Yurikho kepada Senin (28/8/2017).
Ia pun menampik soal desas - desus yang tengah beredar. Bahwa pelaku sudah diamankan oleh polisi.
"Siapa yang amankan? Belum ada," ucapnya.
Menurutnya jajarannya saat ini masih memburu pelaku. Ia pun membeberkan beberapa kendala dalam mengungkap kasus tersebut. BACA JUGA : Nenek yang diserang di Posko Ormas Pemuda Pancasila Tangsel Akhirnya Meninggal
"Ada beberapa yang kami pertimbangkan. Mulai dari kepentingan pencarian keadilan bagi korban, kepentingan pengungkapan kasus, dan asas praduga tak bersalah," kata Alexander.
Senada dengan Kasat Reskrim, Kasubag Humas Polres Tangsel, Iptu Mulyawan mengatakan saat ini pihaknya terus melakukan pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut terhadap kasus nenek Ellih ini
"Prosesnya masih lidik. Beberapa orang sudah teridentifikasi, tapi masih kami dalami," ungkap Mulyawan
Sementara itu, salah seorang keponakan nenek Elih , Budi mengakui hingga kini masih belum mendapatkan kabar bahwa pelaku penganiayaan sadis tersebut terhadap bibinya tersebut telah tertangkap. Warga asal Serpong, ini berharap agar aparat segera mengamankan pelaku dan menjatuhi hukuman yang setimpal bagi pelaku. BACA JUGA : Sebelum Ditemukan Bersimbah Darah, Begini Keseharian Nenek Elli
"Semoga cepat ketangkap lah, hukum harus ditegakan seadil - adilnya," papar Budi.(DBI)
Permintaan terhadap hunian dan ruang komersial berkonsep loft di wilayah Bogor terus menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat.
TODAY TAGOrang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews