Connect With Us

Dianggap Merusak Situ Sasak, Proyek Tol Serpong-Cinere Didemo

Yudi Adiyatna | Senin, 8 Januari 2018 | 18:00

Aktivis dari Organisasi Kepemudaan Gugusan Alam Nalar Ekosistem Pemuda-pemudi (OKP Ganespa) menggelar aksi mengecam pembangunan proyek jalan tol Serpong- Cinere di kawasan Situ Sasak Pamulang- Tangsel. (@TangerangNews / Yudi Adiyatna)

TANGERANGNEWS.com-Puluhan aktivis yang berasal dari Organisasi Kepemudaan Gugusan Alam Nalar Ekosistem Pemuda-pemudi (OKP Ganespa) menggelar aksi unjuk rasa di depan proyek Jalan Tol Serpong- Cinere di kawasan Situ Sasak Pamulang- Tangsel.

Dalam aksinya, para aktivis menengarai proyek pembangunan jalan tol yang melintasi kawasan di sekitar Situ Sasak , Pamulang, Tangsel tersebut telah merusak lingkungan. Pasalnya terjadi penyempitan pada bibir setu dan pendangkalan akibat pengerjaan proyek itu.

Koordinator aksi dari Organisasi Kepemudaan gugusan alam nalar ekosistem pemuda-pemudi (Ganespa), Nurcholis Hafiz mengecam proyek tersebut dan menuntut pemerintah pusat serta daerah bertanggung jawab terhadap kerusakan yang ditimbulkan dari pengerjaan proyek itu.

Dirinya mengungkapkan, pembangunan proyek tol yang dikerjakan oleh PT Cinere Serpong Jaya itu telah menimbulkan penyempitan dan kerusakan sempadan situ yang berbatasan langsung dengan komplek pacuan kuda Pamulang tersebut.

“Pengerjaan proyek ini, selain menyebabkan penyempitan, kedalaman situ juga menjadi dangkal,” ucapnya, di lokasi proyek tol Cinere Serpong di Pamulang.

Menurutnya, pembangunan tol yang diperuntukkan bagi masyarakat itu, tidak bisa mengabaikan lingkungan, apalagi setu merupakan kantong air yang penting bagi masyarakat sekitar di Tangerang Selatan.

“Catatan kami ada sekitar 5 hektar lahan setu yang menyempit akibat ini. Kami memastikan pengembalian garis sepadan setu yang dihilangkan. Baik titik ke dalaman air dan luas setu yang terkena proyek,” terang pria yang akrab disapa H Pidon tersebut.

BACA JUGA :

Sementara di lokasi yang sama, Kepala Pelaksana Proyek dari Waskita, Nanan Sudirman menjelaskan, panjang pembangunan ruas tol yang berada di sekitar Setu Sasak Tinggi mencapai sekira 250 meter. Sedangkan pembangunan yang berada persis di sisi Setu, lebarnya mencapai 2 meter, dengan panjang sekira 50 meter.

"Memang ada yang kena Bore Pile di situ, untuk dudukan jembatannya. Tapi nanti tanah (area) itu dikembaliin, kemungkinan akan lebih lebar, ditarik ke sini. Nggak ada penyempitan, itu hanya untuk dudukan saja, paling yang kena sekitar 2 meteran saja. Kita akan jalan terus, kecuali dari owner kita suruh berhenti ya kita berhenti," ujar Nanan, yang menyebut bahwa pihak ownernya   adalah dari PT Cinere Serpong Jaya (CSJ).

Dalam aksi yang dikawal puluhan petugas kepolisian tersebut, pengunjuk rasa juga membentangkan spanduk penolakan serta menempelkan pada sejumlah alat berat yang digunakan untuk mengerjakan proyek tersebut.(RAZ/HRU)

KOTA TANGERANG
Kebut Pengerjaan, Menteri PUPR Targetkan Normalisasi Kali Angke Tangerang Rampung Desember 2026

Kebut Pengerjaan, Menteri PUPR Targetkan Normalisasi Kali Angke Tangerang Rampung Desember 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

TANGERANGNEWS.com-Upaya penanganan banjir di Kota Tangerang dan wilayah sekitarnya terus dikebut melalui proyek percepatan normalisasi Kali Angke.

BANDARA
Teken MoU di Bandara Soetta, Citilink dan Krispy Kreme Luncurkan Layanan Kejutan Spesial bagi Penumpang

Teken MoU di Bandara Soetta, Citilink dan Krispy Kreme Luncurkan Layanan Kejutan Spesial bagi Penumpang

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:53

Maskapai penerbangan Citilink menghadirkan inovasi baru untuk memperkuat pengalaman terbang pelanggannya melalui kolaborasi strategis bersama Krispy Kreme Indonesia.

TEKNO
Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:21

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memastikan pelayanan publik berbasis digital tetap berjalan lancar. Pemkot juga menjamin seluruh data pribadi masyarakat berada dalam kondisi aman

OPINI
Penjajahan Digital dan Masa depan Teknologi Dalam Islam

Penjajahan Digital dan Masa depan Teknologi Dalam Islam

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:50

Penjajahan digital ( kolonialisme digital) adalah bentuk penguasaan atau kontrol terhadap suatu negara, masyarakat, atau individu melalui teknologi, platform digital, algoritma, serta penguasaan data.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill