Andra Soni Dorong Pengusaha Muda Manfaatkan Peluang dari Program MBG
Kamis, 7 Mei 2026 | 16:16
Gubernur Banten Andra Soni mendorong para pengusaha muda untuk menangkap peluang besar dari program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
TANGERANGNEWS.com-Politik uang menjadi momok dalam perhelatan demokrasi prosedural (Pemilu) di Indonesia. Berbagai upaya pun dilakukan penyelenggara untuk mencegah serta menindak pelakunya, salah satunya yang dilakukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tangsel dengan membentuk Tim Patroli Anti Politik Uang.
Salah satu bentuk politik uang yang rentan terjadi "serangan fajar". Pameo politik uang tersebut biasanya terjadi di detik-detik akhir menjelang hari pencoblosan suara.
Baca Juga :
Praktik politik uang ini dilakukan oknum Peserta Pemilu sebagai bentuk "membeli" suara pemilih yang belum menentukan pilihannya secara pasti (Swing Voters).
Kepada TangerangNews, Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tangsel, Muhamad Acep mengaku telah mengantisipasi hal tersebut.
"Kita akan melakukan patroli anti politik uang," ungkap Acep saat dihubungi, Senin (15/4/2019).
Acep mengatakan, pihaknya akan membentuk tim yang bertugas secara khusus melakukan pengawasan praktik politik uang di detik-detik akhir jelang pencoblosan suara.
"Akan dibentuk tim, dan akan dirapatkan malam ini (15/4/2019)," imbuhnya.
Dengan adanya tim tersebut, Acep merasa yakin, dapat meminimalisir terjadinya "serangan fajar" tersebut.
"Kami berharap tidak terjadi kecurangan dalam Pemilu, khususnya praktek politik uang ( _money politic_ )," tukasnya.(RMI/HRU)
Gubernur Banten Andra Soni mendorong para pengusaha muda untuk menangkap peluang besar dari program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
TODAY TAGDi tengah kepungan polusi udara dan kenaikan suhu di wilayah penyangga Jakarta, konsep Ruang Terbuka Hijau (RTH) kini bukan lagi sekadar pelengkap estetika bangunan. Paramount Petals Dorong Standar Hunian Modern Lewat Optimalisasi Ruang Terbuka Hijau
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews