Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com-Politik uang menjadi momok dalam perhelatan demokrasi prosedural (Pemilu) di Indonesia. Berbagai upaya pun dilakukan penyelenggara untuk mencegah serta menindak pelakunya, salah satunya yang dilakukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tangsel dengan membentuk Tim Patroli Anti Politik Uang.
Salah satu bentuk politik uang yang rentan terjadi "serangan fajar". Pameo politik uang tersebut biasanya terjadi di detik-detik akhir menjelang hari pencoblosan suara.
Baca Juga :
Praktik politik uang ini dilakukan oknum Peserta Pemilu sebagai bentuk "membeli" suara pemilih yang belum menentukan pilihannya secara pasti (Swing Voters).
Kepada TangerangNews, Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tangsel, Muhamad Acep mengaku telah mengantisipasi hal tersebut.
"Kita akan melakukan patroli anti politik uang," ungkap Acep saat dihubungi, Senin (15/4/2019).
Acep mengatakan, pihaknya akan membentuk tim yang bertugas secara khusus melakukan pengawasan praktik politik uang di detik-detik akhir jelang pencoblosan suara.
"Akan dibentuk tim, dan akan dirapatkan malam ini (15/4/2019)," imbuhnya.
Dengan adanya tim tersebut, Acep merasa yakin, dapat meminimalisir terjadinya "serangan fajar" tersebut.
"Kami berharap tidak terjadi kecurangan dalam Pemilu, khususnya praktek politik uang ( _money politic_ )," tukasnya.(RMI/HRU)
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGPerayaan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia di Kecamatan Curug tahun ini tidak hanya diwarnai kegiatan seremonial. Tetapi juga menjadi sarana pembinaan atlet muda melalui gelaran Paramount Petals Cup 2026.
Paramount Gading Serpong memperkenalkan ‘The Finest Commercial Selection’, rangkaian tiga produk komersial baru yang menyasar kebutuhan pelaku usaha dan investor.
Aksi nekat warga negara Korea Selatan (Korsel) berinisial JJ, 25, berujung jeruji besi. Ia diringkus setelah kedapatan menyelundupkan satwa liar endemik Indonesia yang disembunyikan di dalam kopernya, di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta)
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews