Jadi Pemasok ke NTT, Warga Aceh Ditangkap di Tangerang Simpan 42 Ribu Butir Narkoba dan Obat Keras
Senin, 18 Mei 2026 | 21:15
Direktorat Reserse Narkoba Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menggulung jaringan pengedar psikotropika lintas pulau.
TANGERANGNEWS.com-Pasca tertangkapnya Agus Susanto, 36, Satreskrim Polres Tangsel pun berhasil mengungkap motif pembunuhan terhadap Sulastri, 20, di Apartemen Habitat, Kelurahan Bencongan Indah, Kecamatan Kelapa Dua pada Sabtu (11/5/2019).
Diketahui, korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dalam kondisi mengenaskan di kamar 311 Tower C apartemen tersebut.
Saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), beberapa harta korban raib, diantaranya ponsel merek Oppo seri F7 dan merek Asus. Selain itu, dompet berisi identitas dan uang tunai senilai Rp5 juta pun turut raib, juga perhiasan berupa kalung, gelang dan cincin milik korban pun turut disikat pelaku.
Baca Juga :
Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan mengatakan, korban dibunuh oleh pelaku karena tergiur ingin menguasai harta korban.
"Karena ingin menguasai barang-barang berharga milik korban, berupa uang tunai Rp5 juta rupiah dan 2 unit HP. Ini yang menjadi motif tersangka melakukan perbuatan tersebut," tutur Ferdy di Mapolres Tangsel, di Mapolres Tangsel, Jalan Promoter, Serpong, Tangsel, Senin (13/5/2019).
Usai melakukan perbuatan kejinya, pelaku kemudian meninggalkan lokasi tersebut. Polisi berhasil mengidentifikasi pelaku berbekal rekaman CCTV, karena pelaku adalah orang terakhir yang meninggalkan kamar korban sebelum korban ditemukan dalam kondisi tewas sekitar pukul 19.00 WIB.
"Penyidik melakukan pemeriksaan beberapa orang saksi, termasuk pemeriksaan CCTV yang ada di apartemen, didapatlah petunjuk bahwa yg melakukan perbuatan ini diduga adalah orang yang terakhir bertemu dengan korban di dalam apartemen," kata Ferdy.(RMI/HRU)
Direktorat Reserse Narkoba Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menggulung jaringan pengedar psikotropika lintas pulau.
TODAY TAGPada 9 Mei 2026 Bareskrim Polri menahan 320 WNA pelaku sindikat judi online di gedung perkantoran Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Setiap tahun selalu ada penangkapan sindikat Judol.
Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews