KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurikho mengungkap identitas pria yang tewas akibat terserempet Kereta Rel Listrik (KRL) di Perlintasan Kereta Api jalur Rawa Mekar Jaya - Serpong pada Jalan Batam, Rawa Mekar Jaya, Serpong, Tangerang Selatan, Jumat (17/5/2019).
Berdasarkan keterangan Alex, korban adalah Kuswadi, 69, asal Kabupaten Kuningan, Jawa Barat .
Baca Juga :
Korban adalah buruh yang sedang mengerjakan pekerjaan kabel optik di sekitar rel perlintasan kereta api tersebut.
Kuswadi terserempet KRL saat berjalan kaki usai membeli makanan dan minuman sekitar pukul 12.10 WIB.
"Menurut keterangan saksi, korban kemungkinan tidak melihat adanya kereta api yang akan melintas," ungkap Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander Yurikho.
Alex juga mengatakan, bahwa korban bukan tertabrak, namun terserempet kemudian terpental.
"Terserempet pada kepala bagian belakang dan luka sobek pada telinga bagian kiri, serta luka pada wajah bagian depan," bebernya.
Saat ini, kata dia, korban telah dievakuasi ke RSU Tangerang. "Untuk dilakukan visum terhadap korban," tukasnya.(RMI/HRU)
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGSebanyak 1.422 siswa dan mahasiswa telah mengikuti program Srikandi Goes to School & Campus yang dijalankan PT PLN (Persero) melalui Srikandi PLN hingga semester I 2026.
Paramount Land kembali menambah pilihan area komersial dengan menghadirkan Grand Boulevard Aniva ‘The Ultimate Grande Concept’, kawasan terbaru di Aniva @ Paramount Gading Serpong yang menawarkan lebih dari 10 fitur istimewa.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews