Connect With Us

Operasikan Order Fiktif, Sopir Go-Car "Tuyul" Belajar dari YouTube

Rachman Deniansyah | Senin, 22 Juli 2019 | 22:14

Salah satu tersangka sopir Go-Car "tuyul" saat menunjukan cara melakukan orderan fiktifnya di Mapolres Tangsel, Jalan Promoter, Serpong, Tangsel, Senin (22/7/2019). (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com -  Dian Azhari, 42, diduga sebagai otak kejahatan order fiktif terhadap aplikasi Go-Jek. Ia mengaku belajar hal itu dari salah satu kanal YouTube. 

"Dari YouTube, Bang," jawab Dian saat ditanya awak media di Mapolres Tangsel, Jalan Promoter, Serpong, Tangerang Selatan, Senin (22/7/2019).

Setelah menyaksikan tayangan di YouTube, Dian kemudian mencari aplikasi yang dapat digunakan untuk memanipulasi sistem pemosisi global ( global positioning system atau GPS). 

"Aplikasinya ada di PlayStore (tempat mengunduh aplikasi pada Android)," terangnya. 

BACA JUGA:

Dian mengaku, setelah belajar dari kanal YouTube itu, ia mencoba untuk mengoperasikannya. Setelah berhasil, ia mengajak 7 rekannya untuk bergabung.  

Dalam aksinya, Dian menggunakan dua unit telepon genggam. 

"Satu unit sebagai pemesan, dan satunya lagi sebagai akun drivernya (pengemudinya)," ujarnya.

Ia mengaku, setiap 30 menit, ia bisa menyelesaikan satu orderan fiktif tersebut. Sehingga dari aksi kejahatannya itu, dia bisa mengantongi penghasilan setiap bulan rata-rata Rp8 juta.(MRI/RGI)

BANDARA
Sindikat Pengirim Pekerja Migran Ilegal Ditangkap di Bandara Soetta, Modus Liburan, Tipu Korban Rp90 juta

Sindikat Pengirim Pekerja Migran Ilegal Ditangkap di Bandara Soetta, Modus Liburan, Tipu Korban Rp90 juta

Jumat, 25 September 2026 | 20:04

Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menangkap dua anggota sindikat pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) non-prosedural dengan modus perjalanan wisata ke Jepang.

SPORT
Masih Tanpa Emas di Asian Games 2026, Indonesia Ketinggalan di Peringkat 23

Masih Tanpa Emas di Asian Games 2026, Indonesia Ketinggalan di Peringkat 23

Kamis, 24 September 2026 | 12:35

Persaingan klasemen medali Asian Games 2026 terus berubah seiring bertambahnya nomor pertandingan. Hingga Kamis 24 September 2026, Indonesia masih belum meraih medali emas dan berada di peringkat ke-23.

OPINI
Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Jumat, 18 September 2026 | 20:40

Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill