Connect With Us

Periksa 30 Saksi, Polisi Sebut Tidak Temukan Bukti Kekerasan Terhadap Aurel

Rachman Deniansyah | Selasa, 13 Agustus 2019 | 19:39

| Dibaca : 454

Konferensi pers pengungkapan kasus meninggalnya Aurellia Qurratuaini, Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) di Mapolres Tangsel, Jalan Promoter, Lengkong Gudang Timur, Serpong, Tangsel, Selasa (13/8/2019). (TangerangNews/2019 / Rachman Deniansyah)

 

TANGERANGNEWS.com-Setelah 13 hari kematian Aurellia Qurratuaini, Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Polres Tangsel mengungkap hasil penyelidikannya. 

Polisi menyebut, tidak menemukan bukti kekerasan dan penganiayaan terhadap Aurel.

"Kita belum menemukan adanya bukti penindakan kekerasan atau penganiayaan," Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di Mapolres Tangsel, Jalan Promoter, Lengkong Gudang Timur, Serpong, Tangsel, Selasa (13/8/2019).

Konferensi pers pengungkapan kasus meninggalnya Aurellia Qurratuaini, Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) di Mapolres Tangsel, Jalan Promoter, Lengkong Gudang Timur, Serpong, Tangsel, Selasa (13/8/2019).

Selama 13 hari itu, kata Ferdy, pihaknya telah memeriksa 30 orang saksi, antara lain, kedua orang tua Aurel, petugas yang memandikan jenazah, rekan sesama anggota Paskibraka, pelatih dari TNI dan Purna Paskibrakan Indonesia, serta dokter yang menangani Aurel. 

Baca Juga :

"Keterangan yang diberikan sama, bahwa tidak ada bekas kekerasan yang nampak di tubuh almarhum (Aurel)," ucap Ferdy. 

Ferdy menyebut bahwa fakta itu berbeda dengan kabar yang beredar dipemberitaan selama ini. Sebelumnya diduga, kematian Aurel terkait dengan pola pelatihan yang sedang dilakukannya sebagai Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) Tangsel. 

Sementara, soal luka lebam pada bagian kepalan tangan Aurel, menurutnya luka lebam itu diduga karena pola pelatihan peningkatan kedisiplinan seperti lari dan push up dengan tangan mengepal. Menurutnya, yang dilakukan oleh pelatih bukanlah kekerasan. 

"(Melainkan) tindakan dalam rangka meningkatkan disiplin dan ketahanan fisik yang dilakukan oleh PPI," pungkasnya.(RMI/HRU)

BANDARA
Yuk Ikut Virtual Run & Ride dalam event 'Run In The Sky 2021'

Yuk Ikut Virtual Run & Ride dalam event 'Run In The Sky 2021'

Sabtu, 27 Februari 2021 | 20:38

TANGERANGNEWS.com–Pendaftaran Virtual Run In The Sky 2021 yang merupakan

WISATA
Menikmati Kesejukan Taman Eco Park Tangerang

Menikmati Kesejukan Taman Eco Park Tangerang

Jumat, 26 Februari 2021 | 16:50

TANGERANGNEWS.com-Kota Tangerang memiliki sejumlah taman yang menjadi tempat favorit warga untuk bersantai, terutama saat siang hari yang terik.

TEKNO
9 Faedah Platform Trading Forex Metatrader 4

9 Faedah Platform Trading Forex Metatrader 4

Kamis, 25 Februari 2021 | 14:20

TANGERANGNEWS.com-Untuk trader forex yang tidak berpengalaman, pasar

BISNIS
Merasakan Sensasi Makan Angkringan di Tengah Kuburan Tangerang

Merasakan Sensasi Makan Angkringan di Tengah Kuburan Tangerang

Minggu, 28 Februari 2021 | 12:25

TANGERANGNEWS.com-Peluang usaha membuat tempat makan di pinggir jalan seperti angkringan, akhir-akhir ini mengalami tren yang cukup banyak digandrungi

"Cara terbaik untuk memprediksi masa depan Anda adalah dengan menciptakannya."

Abraham Lincoln